Musim kemarau di Indonesia tahun 2026 diprediksi akan dimulai lebih awal, yakni pada bulan April. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sekitar 114 zona musim atau setara dengan 16,3% dari total zona musim yang ada, akan memasuki musim kemarau pada April 2026. Selanjutnya 184 Zona Musim atau 26,3% pada Juni 2026.
Dari total zona musim yang ada, terdapat 325 zona musim (46,5%) yang diporyeksikan mengalami kemarau lebih awal. sesuai normal pada 173 Zona Musim (24,7%), dan lebih lambat pada 72 Zona Musim (10,35%).
"Diprediksi di sebagian besar wilayah Indonesia, datangnya akan lebih maju. Kemudian juga nanti akan lebih panjang ya. Ini kalau bahasa awamnya bahwa di tahun 2026 itu relatif lebih kering daripada tahun 2025," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dilansir dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Wilayah yang diperkirakan kemarau lebih cepat mencakup banyak area di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Bagian selatan dan timur, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Faktor Penyebab Perubahan IklimPerubahan iklim yang terjadi menjelang musim kemarau 2026 dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya fenomena La Niña dan El Niño.
Prediksi BMKG menunjukkan bahwa fenomena La Niña yang berlangsung lemah pada Februari 2026. Hal ini mengarah kepada fase netral sebelum memasuki potensi El Niño di pertengahan tahun.
Puncak Musim KemarauPuncak musim kemarau di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2026. BMKG mencatat bahwa sekitar 429 zona musim atau sekitar (61,4%). Sebagian wilayah lain diperkirakan mengalami puncak pada Juli (12,6%) dan September (14,3%).
Namun, tidak semua wilayah akan mencapai puncak kemarau pada waktu yang sama. Beberapa daerah yang merasakan puncak kemarau pada Agustus, yaitu wilayah di Kalimantan dan Sulawesi. Pada bulan September masih terasa di beberapa wilayah termasuk Sulawesi bagian utara dan timur, dan sebagian maluku.
Teuku Fisal berharap prediksi dari BMKG ini menjadi panduan bagi para pemangku kebijakan yang terdampak faktor iklim.
"Kami berharap informasi prediksi musim kemarau 2026 ini dapat menjadi panduan umum dalam penetapan perencanaan langkah mitigasi dan antisipasi serta kebijakan jangka panjang bagi berbagai sektro yang terdampak iklim," ujarTeuku.





