Presiden Prabowo Akan Jamu Tokoh Agama di Istana Sore Ini

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Jakarta

Presiden perkuat kerukunan nasional melalui buka puasa bersama dan penetapan Istana Negara sebagai pusat Nuzulul Qur’an.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengintensifkan dialog dengan tokoh lintas agama dan ulama melalui agenda buka puasa bersama di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis 4 Maret 2026. 

Pertemuan ini dipandang sebagai upaya strategis pemerintah dalam merangkul berbagai elemen bangsa di tengah dinamika domestik maupun global.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa agenda tersebut berfungsi sebagai ruang silaturahmi antara jajaran eksekutif dengan pimpinan organisasi Islam hingga pengasuh pondok pesantren. 

"Bapak Presiden mengundang para tokoh agama dan ulama untuk berbuka bersama. Kehadiran tamu disesuaikan dengan kapasitas ruangan yang tersedia di Istana," ujar Nasaruddin kepada wartawan.

Pusat Peringatan Nuzulul Qur’an

Selain agenda buka bersama, Pemerintah secara resmi menetapkan Istana Negara, Jakarta, sebagai lokasi pusat peringatan Nuzulul Qur’an tahun ini. 

Keputusan tersebut diambil Presiden Prabowo setelah mempertimbangkan beberapa lokasi alternatif, termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Masjid Istiqlal.

Menteri Agama menegaskan bahwa instruksi Presiden untuk menyelenggarakan acara di Istana memiliki nilai simbolis yang mendalam.

Menurutnya, Nuzulul Qur’an bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan momentum untuk merefleksikan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan dalam konteks bernegara.

"Ini adalah upaya kita untuk meneguhkan komitmen kebangsaan. Nilai-nilai Al-Qur’an sangat relevan untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di Indonesia," tambah Menag.

Fokus pada Harmoni, Bukan Kontroversi

Terkait isu keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang sempat menuai diskusi publik seiring ketegangan di Timur Tengah, Menag menyatakan bahwa agenda hari ini tetap fokus pada penguatan internal umat. Belum ada rencana pembahasan khusus mengenai dewan perdamaian tersebut dalam pertemuan kali ini.

Pemerintah sebelumnya telah memberikan klarifikasi kepada ormas-ormas Islam mengenai posisi Indonesia dalam forum internasional tersebut. Kini, fokus beralih pada penyelenggaraan acara yang inklusif, yang rencananya akan melibatkan duta besar negara sahabat dan delegasi generasi muda.

Pihak Kementerian Agama memastikan seluruh persiapan teknis akan dikoordinasikan secara ketat dengan pihak Istana demi menjamin kekhidmatan acara yang menggabungkan nilai spiritual dengan identitas kenegaraan tersebut.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Subsidi Beras Jemaah Haji, Segini Harganya
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
MBG Perkuat Gizi dan Pendidikan Karakter, 49 Juta Siswa Sudah Terjangkau
• 5 jam laludisway.id
thumb
Konflik Israel-Iran Memanas! Dedi Mulyadi Minta Warga Jabar di Timur Tengah Hati-hati, Imbau Hubungi Hotline Darurat Ini
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Analisis Pakar soal Trump Ngeluh Hubungan AS-Inggris Tak Seperti Dulu Lagi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Konflik Timur Tengah Ganggu Ekspor Mobil China
• 6 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.