JAKARTA, KOMPAS.com- Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, angkat bicara terkait penemuan bayi perempuan berusia dua hari yang ditemukan telantar di sebuah gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).
Rano mengaku telah membaca kabar tersebut dan memastikan bayi itu segera mendapatkan penanganan yang tepat.
Menurut dia, setiap masalah sosial seperti ini seharusnya dilaporkan ke jalur resmi pemerintah, mulai dari RT/RW hingga kelurahan, agar bisa langsung ditangani.
“Saya baca berita itu. Mudah-mudahan anak ini tidak salah datang. Kalau dia mungkin datang di kelurahan, pasti akan ditanggulangi. Minimal Dinas Sosial akan turun langsung. Mudah-mudahan dia tidak salah datang,” kata Rano di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Nasib Pilu Bayi di Pejaten, Ditinggalkan Kakak di Gerobak Usai Ibu Meninggal
Rano memastikan pemerintah daerah langsung aktif menangani kasus tersebut, terutama setelah informasi mengenai bayi itu ramai diberitakan media.
“Saya berterima kasih kepada teman-teman media yang mengekspos ini, sehingga kita bisa segera cepat menanggulangi, karena itu bagian kegiatan sosial yang memang dilakukan oleh Jakarta,” kata dia.
Diakui Rano, setelah mengetahui pemberitaan tersebut, ia langsung teruskan kepada dinas terkait agar segera direspons.
“Apalagi kalau sudah di media, wah saya paling, pertama kali itu yang saya share kepada dinas terkait untuk menanggulangi atau mengantisipasi itu,” lanjut Rano.
Sebelumnya, bayi perempuan tersebut ditemukan oleh seorang saksi mata bernama Dinda di gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa.
Baca juga: Kronologi Bayi 2 Hari Ditemukan di Gerobak Pejaten, Diduga Ditinggalkan Kakak
Saat itu, ia melihat sejumlah perlengkapan bayi di dalam gerobak nasi uduk, mulai dari susu bayi 0–6 bulan kemasan kotak berwarna merah, tisu basah, hingga sarung tangan bayi berwarna biru.
Di lokasi yang sama, ditemukan pula secarik kertas dengan tulisan tangan yang diduga dibuat oleh seorang anak berusia 12 tahun berinisial Z.
Dalam surat tersebut, Z menyebut bayi itu sebagai adiknya yang berinisial AR dan baru lahir pada Senin (2/3/2026).
Ia sengaja meninggalkan adiknya dengan harapan agar menemukan keluarga yang bisa merawatnya dengan baik.
“Assalamualaikum, Bapak/Ibu yang menemukan adik saya, saya Zidan ingin minta tolong untuk merawat adik saya, karena ibu saya meninggal saat melahirkan. Tolong anggap seperti anak sendiri, karena saya tidak akan menemukan atau mengunjunginya dia lagi, saya tidak mau masa depan dia seperti saya, terima kasih,” tertulis pada kertas itu.
Baca juga: Surat Kakak yang Tinggalkan Bayi di Pejaten: Tolong Rawat Adik, Ibu Meninggal Melahirkan
Selanjutnya bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Pasar Minggu untuk pemeriksaan lebih lanjut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



