Perang AS-Israel Vs Iran, Menteri P2MI Imbau PMI Hindari Lokasi Rawan

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah setelah terjadinya perang Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Mukhtarudin memastikan, sampai saat ini, belum ada pekerja migran Indonesia (PMI) yang terdampak.

"Berdasarkan koordinasi dengan perwakilan RI, hingga Rabu, 4 Maret 2026, belum terdapat laporan PMI yang mengalami insiden keselamatan akibat perkembangan situasi tersebut," kata Mukhtarudin kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

"Meski demikian, pemerintah meningkatkan kewaspadaan mengingat dinamika keamanan yang berkembang cepat," sambungnya.

Baca juga: Kapal Selam AS Tenggelamkan Kapal Perang Iran di Samudra Hindia

Dia mengatakan Kementerian P2MI berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta perwakilan RI di kawasan Timur Tengah, sebagai upaya langkah antisipatif. Hal itu, kata dia, untuk memastikan kondisi PMI tetap aman dan terlindungi.

"Pembentukan Tim Crisis Monitoring Ditjen Pelindungan untuk pemantauan harian dan mitigasi risiko, pendataan PMI sebagai kesiapsiagaan evakuasi, penyusunan serta diseminasi informasi publik dan panduan kewaspadaan, pengaktifan hotline pengaduan khusus kawasan Timur Tengah, serta langkah strategis lainnya," ujarnya.

Mukhtarudin mengimbau PMI di kawasan Timur Tengah tetap tenang. Selain itu, dia meminta PMI menghindari lokasi rawan.

"Kementerian P2MI mengimbau kepada PMI di kawasan Timur Tengah untuk tetap tenang, menghindari lokasi rawan, membatasi aktivitas di luar kebutuhan mendesak, mengikuti arahan perwakilan RI, serta segera melapor ke KBRI/KJRI terdekat apabila menghadapi situasi darurat," jelasnya.

Baca juga: Iran Setop Ekspor Pangan, PKB Minta RI Perkuat Produksi Dalam Negeri

Dia mengatakan pemerintah akan memfasilitasi proses kepulangan jika ada PMI bersedia pulang. Dia menyebut pihaknya juga menyediakan layanan pendampingan psikologis, termasuk konsultasi daring bagi PMI yang membutuhkan.

"Apabila terdapat PMI di kawasan Timur Tengah yang memilih atau perlu kembali ke Indonesia, pemerintah akan memfasilitasi proses kepulangan sesuai mekanisme yang berlaku," tuturnya.




(amw/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Mengatur Pola Makan yang Sehat Saat Puasa?
• 23 jam lalukompas.id
thumb
RI Ekspor Perdana 76 Ton Bumbu Pasta ke Arab Saudi
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lawan Kasus TBC Hingga Campak, Pemprov DKI Jakarta akan Gencarkan Vaksinasi Lewat Posyandu
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini Kamis 5 Maret 2026: Sumatra hingga Nusa Tenggara Waspada Hujan Lebat
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Peringatan Dini BMKG: Waspada Gelombang Tinggi hingga 6 Meter pada 5-8 Maret 2026
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.