Begini Taktik Operation Epic Fury Hantam Radar hingga Pusat Komando Iran

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Serangan kilat dengan target presisi dan eksekusi dalam waktu singkat menjadi sorotan dunia internasional dalam operasi militer yang disebut Operation Epic Fury.

Laporan media internasional, termasuk dari Financial Times, menyebut operasi ini dilakukan dengan strategi cepat, terukur, dan sangat terkoordinasi.

Target utama dalam operasi tersebut dilaporkan mencakup berbagai instalasi militer strategis milik Iran, mulai dari sistem pertahanan udara, instalasi radar, pusat komando militer, hingga fasilitas peluncuran rudal.
 

Baca Juga :

Luput dari Sorotan Global, Afghanistan–Pakistan Kini Justru Saling Gempur-World In Minute
  Strategi “Shock and Disruption” Menurut sejumlah laporan media internasional, pendekatan yang digunakan dalam operasi ini dikenal sebagai strategi shock and disruption. Strategi tersebut bertujuan menghantam sejumlah titik vital secara hampir bersamaan agar sistem komunikasi dan koordinasi militer lawan terganggu sejak tahap awal serangan.

Ketika radar serta sistem deteksi tidak dapat berfungsi optimal, dan pusat komando kesulitan mengirim instruksi, kemampuan pertahanan disebut dapat menurun secara signifikan. Teknologi Presisi dan Eksekusi Cepat Operasi ini juga dilaporkan memanfaatkan kombinasi teknologi militer modern, termasuk rudal presisi jarak jauh serta dukungan pesawat pembom strategis.

Serangan dirancang untuk lebih dulu melumpuhkan kemampuan deteksi serta respons lawan sebelum dapat melakukan perlawanan secara terorganisir.

Sejumlah analis pertahanan yang dikutip media internasional menilai pola operasi seperti ini menunjukkan dominasi dalam aspek intelijen, pemetaan target, serta keunggulan teknologi militer.

Perkembangan tersebut juga memperlihatkan bahwa pola perang modern semakin bergeser dari kekuatan konvensional menuju operasi berbasis presisi, kecepatan, dan data intelijen. Potensi Eskalasi di Timur Tengah Operasi ini menjadi perhatian dunia internasional karena dinilai berpotensi meningkatkan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah negara dan pengamat keamanan global kini memantau respons lanjutan dari pihak Iran serta kemungkinan dampaknya terhadap stabilitas regional maupun global.

Dinamika ini menunjukkan bahwa dalam konflik modern, kekuatan militer tidak lagi hanya ditentukan oleh jumlah persenjataan, tetapi juga oleh keunggulan teknologi, kecepatan pengambilan keputusan, serta kemampuan koordinasi operasi secara presisi.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Calista Vanis)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IIF dan Indonesia Eximbank Teken Kerja Sama Penerapan ESG
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenkes: 5 Anak yang Meninggal Akibat Campak Tak Ada yang Divaksin
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Pemprov DKI Tambah Syarat Izin Pembangunan Lapangan Padel, Ini Daftarnya
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Polresta Pangkalpinang Ringkus Dua Residivis Jambret, Beraksi di Enam TKP
• 20 jam lalutvrinews.com
thumb
All England: Lawan Banyak Eror, Jonatan Christie Tekuk Wakil Singapura
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.