Perang Lawan Iran, AS Kehilangan Peralatan Militer Senilai Rp 33 Triliun

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Amerika Serikat telah kehilangan peralatan militer dengan nilai hampir 2 miliar dolar AS (sekitar Rp33,7 triliun) di tengah operasi militernya terhadap Iran sejak Sabtu 28 Februari, menurut estimasi dan data yang dihimpun oleh Anadolu.

Melalui publikasinya pada Rabu 4 Maret, Anadolu mencatat bahwa penyumbang utama besarnya biaya tersebut adalah sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, senilai 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp18,6 triliun).

Baca Juga :
Menteri Perang AS: Iran Tak Akan Bertahan Lama
Spanyol Tolak Bantu AS Lawan Iran: Tidak untuk Perang

Sistem tersebut terkena serangan rudal Iran pada Sabtu lalu, dengan Qatar mengonfirmasi bahwa radar tersebut terkena serangan dan mengalami kerusakan.

Pada Minggu 1 Maret, tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle hilang akibat insiden salah tembak oleh sistem pertahanan udara Kuwait.

Meski keenam awak selamat, pesawat-pesawat tersebut hancur. Biaya penggantiannya diperkirakan mencapai 282 juta dolar AS (Rp4,7 triliun).

Serangan Israel dibantu AS ke Iran
Photo :
  • ANTARA/X

Kemudian, dalam serangan pembuka pada Sabtu, Iran juga menghantam markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain, yang menghancurkan dua terminal komunikasi satelit serta beberapa bangunan besar.

Berdasarkan laporan intelijen sumber terbuka, terminal SATCOM yang menjadi sasaran diidentifikasi sebagai AN/GSC-52B dan diperkirakan bernilai sekitar 20 juta dolar AS (Rp337 miliar), termasuk biaya penempatan dan instalasi.

Iran juga mengklaim telah menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari Sistem Pertahanan Rudal Balistik THAAD (ABM), yang ditempatkan di Kota Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab.

Citra satelit dari laporan intelijen sumber terbuka menunjukkan adanya serangan. Nilai komponen radar yang hancur tersebut diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS (Rp8,4 triliun).

Jika digabungkan, Iran telah merusak aset militer AS di kawasan tersebut senilai sekitar 1,902 miliar dolar AS (Rp33 triliun).

Sejauh ini, Iran telah menargetkan sedikitnya tujuh lokasi militer AS di Timur Tengah sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap Iran.

Tujuh lokasi itu yakni markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem, Camp Buehring di Kuwait, Pangkalan Erbil di Irak, Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab yang merupakan pelabuhan persinggahan terbesar Angkatan Laut AS di Timur Tengah, serta Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.

Baca Juga :
Menteri Perang AS: Iran Akan Diguyur 'Kematian dan Kehancuran'
Situasi Konflik Iran vs AS–Israel, Apakah Masih Aman Buat Traveling ke Luar Negeri?
Korban Tewas Perang Akibat Serangan AS-Israel di Iran Meningkat Menjadi 926 Orang

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bahlil Jamin Stok BBM dan LPG Aman hingga Lebaran, Pastikan Harga Tak Ada Kenaikan
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Ramadan Tanpa Lula Lahfah, Sahabat Kenang Momen Sahur, Bukber hingga Ajakan Hangout yang Kini Tinggal Kenangan
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Dubes RI Pastikan Tidak Ada WNI Jadi Korban Ketegangan Timur Tengah, 41 Warga Tertahan Akibat Gangguan Penerbangan di UEA
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Warga Gandaria Utara Bikin 3 Gerbang Akses Digital Cegah Pencurian, Ongos Rp 1,2 Juta
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Dewi Perssik Blak-blakan Tolak Inara Rusli Jadi Bintang Tamu, Ini Alasannya
• 22 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.