Grid.ID - Ramadan tahun ini terasa berbeda bagi Adita Baskara dan Shannon Gabriella. Untuk pertama kalinya, mereka menjalani bulan suci tanpa kehadiran sahabat tercinta, Lula.
Momen 40 hari kepergian Lula Lahfah semakin menguatkan rasa kehilangan yang belum sepenuhnya pulih. Keduanya mengaku kenangan-kenangan kecil justru menjadi hal yang paling sering terlintas.
“Aku masih nggak nyangka udah 40 hari,” ujar Adita selaku Manajer Lula Lahfah yang dikutip melalui tayangan Youtube Reyben Entertainment, Rabu (4/3/2026).
Ramadan disebut sebagai periode yang paling memunculkan rasa rindu. Biasanya, Lula menjadi sosok yang paling aktif mengajak sahabatnya berbuka puasa atau sahur bersama.
Menurut Adita, Lula kerap tiba-tiba mengirim pesan ajakan makan tanpa rencana panjang. Sifat spontan itulah yang kini paling dirindukan.
“Dia tuh random banget, tiba-tiba ngajak sahur atau buka bareng,” kata Adita.
Tak hanya soal makan, Lula juga sering mengajak ngabuburit ke mal atau sekadar jalan santai sore hari. Ajakan sederhana itu kini terasa sangat berarti.
Shannon mengaku setiap kali berkumpul dengan teman-teman, bayangan Lula selalu muncul. Ada rasa kosong yang tak bisa digantikan.
“Kalau lagi pergi bareng, pasti kepikiran harusnya ada dia,” ucap Shannon.
Bahkan, penyesalan kecil sempat dirasakan Shannon karena pernah menunda ajakan hangout dari Lula. Ia menyadari waktu tak pernah bisa diputar kembali.
“Harusnya waktu itu iyain aja,” tuturnya pelan.
Untuk menjaga kedekatan, keduanya rutin berziarah ke makam Lula. Shannon sesekali membawa bunga, sementara Adita berusaha datang setiap Jumat jika memiliki waktu luang.
Selain berdoa, mereka juga menjalin komunikasi erat dengan keluarga Lula. Kedekatan itu membuat proses berduka terasa sedikit lebih ringan.
Keluarga Lula disebut sangat terbuka dan menerima sahabat-sahabatnya seperti keluarga sendiri. Bahkan, orang tua Lula kerap menguatkan mereka di tengah suasana haru.
Cerita-cerita masa kecil Lula yang dibagikan keluarga menjadi pengobat rindu tersendiri. Dari kisah sekolah hingga kebiasaan Ramadan bersama keluarga, semuanya terasa hidup kembali dalam ingatan.
Di mata para sahabatnya, Lula adalah pribadi yang hangat dan selalu hadir di setiap momen. Tak heran jika banyak orang merasa kehilangan yang sama.
“Dia baik banget dan selalu ada dimanapun,” ungkap Adita.
Kini, Ramadan tak lagi sama tanpa ajakan spontan dan tawa Lula. Namun bagi Adita dan Shannon, doa dan kenangan indah menjadi cara terbaik untuk terus menghadirkan Lula dalam hati mereka. (*)
Artikel Asli




