Diam-Diam Emiten RI Ini Mau Ada 2 Akuisisi, Manajemen Buka Suara

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten konstruksi, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM) memberi penjelasan mengenai rencana akuisisi terhadap dua perusahaan. Ini menjawab permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Merujuk surat SMKM tanggal 22 Desember 2025 dan tanggal 30 Januari 2026, dijelaskan bahwa Perseroan telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) dengan Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO) untuk mengakuisisi Panasia Aquaculture Pte. Ltd. (Panasia) dengan nilai transaksi diperkirakan sebesar US$100 juta dan tanggal akhir penyelesaian maksimal pada tanggal 30 Juni 2026.

Selain itu, SMKM juga telah menandatangani CSPA dengan Advanced Systems Automation Limited (ASA) untuk mengakuisisi LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings) dengan nilai transaksi diperkirakan sebesar SG$13 juta dan tanggal akhir penyelesaian maksimal pada tanggal 30 Juni 2027.


Baca: Fundamental Ekonomi RI Kuat, DPR Ungkap IHSG Ambruk Gara-gara Ini

Emiten kontraktor tersebut menjelaskan dua rencana akuisisi itu didasari oleh perlunya penguatan kegiatan usaha sehubungan dengan perkembangan bisnis konstruksi SM yang dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan pertumbuhan yang terbatas. Selain itu juga sehubungan dengan adanya perubahan SMKM.

"Dalam rangka mengembangkan nilai baru yang prospektif bagi seluruh pemegang saham, Perseroan berencana untuk mengakuisisi Panasia yang bergerak di bidang pengembangan dan budidaya akuakultur dari LSO, sebagai bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang dan berkelanjutan Perseroan," terang manajemen SMKM dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kamis (5/3/2026).

Salah satu Perusahaan Anak Panasia, yaitu Lim Shrimp Organization Ltd, BVI, saat ini dimiliki bersama (50:50) oleh ASA melalui LSO Holdings. Untuk menciptakan sinergi dan penyelarasan operasional yang lebih baik, SMKM berencana untuk mengakuisisi sisa 50% saham Lim Shrimp Organization Ltd, BVI dari ASA.

"Perseroan akan terus memperbarui dan mengungkapkan rincian lebih lanjut mengenai struktur grup perusahaan LSO setelah proses restrukturisasi internal yang sedang berlangsung selesai, yang melibatkan beberapa pihak dan pihak minoritas, meskipun memiliki UBO yang sama," tegas manajemen.

Manajemen melanjutkan, LSO dikendalikan oleh ASA yang tercatat di bursa Singapura. Sedangkan pemilik manfaat akhir Panasia adalah Chen Pei Ling Catherine, Lim Yu Victoria, dan Structured Capital Solutions Inc.

SMKM menjelasakan bahwa Panasia merupakan perusahaan holding yang didirikan untuk mengkonsolidasikan seluruh aset yang dimiliki oleh Lim Shrimp Org Pte. Ltd. yang bertujuan untuk mempermudah proses injeksi aset kedalam Perseroan.

Adapun, Panasia nantinya akan memiliki beberapa Perusahaan Anak yang telah menjalankan kegiatan operasi dan berkontribusi terhadap pendapatan Panasia. Sementara LSO Holdings merupakan perusahaan holding yang bertindak sebagai pihak lawan transaksi dan tidak akan menjadi bagian grup yang dikonsolidasikan ke SMKM setelah penyelesaian transaksi.

Namun demikian, hingga kini SMKM masih melakukan kajian dan evaluasi lebih lanjut untuk menentukan apakah rencana akuisisi tersebut memenuhi kriteria sebagai Transaksi Material sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 dan/atau sebagai Transaksi Afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK 42/2020.

"Penetapan dan penjelasan lebih lanjut mengenai hal tersebut akan disampaikan secara resmi bersamaan dengan penyampaian dokumen kepada Otoritas Jasa Keuangan dalam rangka rencana penyelenggaraan RUPSLB sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," jelas manajemen SMKM.

Baca: 5 Perusahaan RI Dicaplok Singapura, Ini Namanya

Bersamaan dengan rencana akuisisi Panasia dan LSO Holdings, SMKM mengumumkan rencana pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue pada tahun 2026 dan 2027. Manajemen SMKM menjelaskan rights issue dilakukan setelah sebagai mekanisme untuk melakukan inbreng aset milik Pengendali Baru ke dalam SMKM.

"Sehingga dapat memperkuat struktur permodalan dan kegiatan usaha Perseroan sesuai dengan rencana pengembangan usaha ke depan oleh Pengendali Baru," kata manajemen SMKM.

Perseroan berencana untuk melaksanakan RUPSLB dengan salah satu agenda yaitu persetujuan PMHMETD selambatnya pada kuartal 3 2026.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Anjlok Makin Dalam, IHSG Terkoreksi 4,5% di Pembukaan Sesi II

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tak Ada CCTV, Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Pensiunan JICT | SAPA MALAM
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Hujan Badai Terjang Alas Roban Batang, 2 Orang Tewas Tertimpa Pohon
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Tetapkan Sopir TJ Jadi Tersangka dalam Insiden Kecelakaan di Cipulir Jaksel
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
[FULL] Iran Tutup Selat Hormuz Usai Diserang Israel, Seberapa Parah Harga BBM Naik? Ini Kata INDEF
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Warga di Indramayu Diduga Dihipnotis saat Jemur Pakaian, Uang Rp 1,1 Juta Raib
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.