Putri Gus Dur, Oegroseno, Tiyo Ketua BEM UGM di PN Pati: Kawal Vonis Botok-Teguh

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Putri Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Inayah Wahid, hadir dalam sidang putusan terdakwa Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto di Pengadilan Negeri (PN) Pati, Kamis (5/3).

Kedatangannya untuk memberikan dukungan kepada aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang menghadapi sidang vonis kasus pemblokiran jalur Pantura Pati-Rembang saat berunjuk rasa.

Eks Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Tiyo Ardianto, serta advokat asal Jawa Timur, Cak Soleh, juga hadir di PN Pati.

Inayah mengaku jauh-jauh datang ke Kabupaten Pati untuk mendukung perjuangan rakyat agar mereka tetap bisa bersuara. Dia menyesalkan upaya aparat penegak hukum yang melakukan kriminalisasi.

“Iya lah, (datang) mau mendukung supaya rakyat tetap bisa bersuara, nggak dikriminalisasi, nggak dikit-dikit dikriminalisas. Ini haknya mereka,” kata Inayah.

Inayah menyebut aksi pemblokiran Jalan Pantura Pati-Rembang harus dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, aksi dua pentolan AMPB itu merupakan bentuk kekecewaan karena Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati gagal memakzulkan Sudewo yang saat itu masih menjabat Bupati Pati.

Makanya, Inayah menyesalkan jika aksi itu kemudian dianggap memprovokasi. Dia justru mempertanyakan perangkat negara yang berbicara ngawur dan arogan, bahkan tidak taat hukum.

“Kenapa perangkat negara yang ngomongnya awur-awuran, arogan, tidak taat hukum bahkan terbukti dicokok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak dianggap provokasi? Itu provokasi, tapi mereka tidak pernah disalahkan,” ujar Inayah.

Dia juga menyesalkan jika masyarakat yang notabene pemilik negara justru dianggap menyalahi aturan serta mengganggu ketertiban.

“Apa korupsi yang sebegitu banyaknya tidak dianggap mengganggu tata tertib? Menyakiti hati masyarakat, merugikan mereka, memangnya tidak dianggap provokasi? Kenapa tidak dilihat keseluruhan?” tanya dia.

Oleh karena itu, Inayah menyebut kedatangannya secara langsung ke Pati sebagai bentuk solidaritas dari Gusdurian, termasuk keluarga Abdurrahman Wahid. Dia ingin mendukung agar masyarakat tetap dapat menyuarakan aspirasi.

“Harapannya bebas. Karena kalau enggak, ini akan jadi preseden buruk untuk suara rakyat Indonesia,” ujar Inayah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramalan Zodiak Capricorn Bulan Maret 2026
• 56 menit lalukumparan.com
thumb
MU Tumbang Hadapi 10 Pemain Newcastle
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Airlangga Ungkap Strategi Dorong Industri Semikonduktor, Singgung Kesalahan Orba
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi dan Rehabilitasi 51 SMA, SMK, dan SLB di Lamongan dan Gresik
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Ungkap Mirae Asset Sekuritas Raup Untung Rp14,5 Triliun dari Goreng Saham BEBS
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.