Airlangga Ungkap Strategi Dorong Industri Semikonduktor, Singgung Kesalahan Orba

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan strategi untuk membangun ekosistem industri semikonduktor berbeda dengan yang pernah dilakukan era Orde Baru (Orba).

Airlangga meyakini bahwa semikonduktor merupakan industri yang akan menjadi mesin pendorong baru dalam mengejar target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029.

"Digitalisasi pertumbuhannya tidak linier tetapi eksponensial. Namun untuk tumbuh di sektor digitalisasi ada satu core yang harus dikuasai yaitu terkait dengan semikonduktor. Bapak Presiden sudah memberikan prioritas untuk semikonduktor," ujar Airlangga usai acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Oleh sebab itu, sambungnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menugaskan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menjalin kerja sama strategis dengan raksasa desain cip asal Inggris, Arm Ltd.

"Dengan basis engineers di Cambridge, ini [mereka] yang akan ikut mengembangkan talenta kita, di mana ditargetkan talenta yang dibangun adalah 15.000 [insinyur] dalam waktu yang tidak terlalu lama," jelas Airlangga.

Belajar dari Kesalahan Era 80-an

Lebih lanjut, mantan menteri perindustrian itu memaparkan bahwa strategi pengembangan semikonduktor Indonesia saat ini mengambil rute yang berbeda dari negara lain, dengan fokus investasi di sumber daya manusia (SDM).

Baca Juga

  • Bos Toyota (TMMIN): Perang Timur Tengah Bisa Picu Krisis Semikonduktor
  • RI Bakal Setop Ekspor Timah Mentah untuk Pengembangan Semikonduktor RI
  • Perusahaan Semikonduktor AI Kompetitor Nvidia Raih Pendanaan Rp8,4 triliun

Dia menjelaskan bahwa pemerintah menyadari kesalahan yang dilakukan rezim Orba, yang mana fokus pada pembangunan pabrik peleburan (foundry). Meski saat itu mengolah bahan baku lokal, teknologinya masih sepenuhnya bergantung pada pihak asing.

"Ini untuk tidak mengulangi kesalahan pada tahun 80an, di mana kita hanya menggantungkan kepada assembling, testing, packaging dari Fairchild [perusahan semikonduktor asal AS]. Begitu Fairchild pergi, industrinya juga ikut terangkat," jelas Airlangga.

Guna merealisasikan target 15.000 talenta insinyur semikonduktor, Kemenko Perekonomian telah menggandeng sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia untuk menyusun peta jalan (roadmap) ekosistem sekaligus menyiapkan kurikulum khusus.

Airlangga menyebut Institut Teknologi Bandung (ITB) telah terlibat sejak awal dalam penyusunan ekosistem ini. Ke depan, pemerintah melalui kerja sama dengan Arm akan mengutamakan pelatihan bagi kampus-kampus yang telah terintegrasi dalam ekosistem tersebut.

"Selain ITB ada UI [Universitas Indonesia], Gadjah Mada, Brawijaya, Unair [Universitas Airlangga]," tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Rilis Aturan Pencairan THR ASN, TNI dan Polri, Ini Isinya!
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iran Tunda Upacara Perpisahan Ayatollah Ali Khamenei di Tengah Ancaman israel
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Asing Banyak Lepas Emiten Energi, tapi Diam-Diam Borong Saham Ini
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Laba Bersih Emiten Toto Sugiri & Anthoni Salim DCII Tembus Rp1 Triliun pada 2025
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
Dua Kapal Pertamina Belum Bisa Keluar dari Selat Hormuz
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.