Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pengajuan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp181 triliun kepada DPR RI tidak dialokasikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan itu disampaikan Mu’ti Kamis, 5 Maret 2026 di Jakarta, saat menjelaskan posisi ABT yang kini menunggu persetujuan DPR.
“ABT Kemendikdasmen ini bukan untuk MBG. Kami sudah menyampaikan rinciannya di DPR, dan saat ini tinggal menunggu keputusan,” kata Mu’ti dalam keterangan yang dikutip, Kamis, 5 Maret 2026.
Mu’ti menjelaskan, dana tambahan ini bersifat mendesak dan akan digunakan untuk revitalisasi 20 ribu satuan pendidikan serta menambah alokasi Interactive Flat Panel (IFP) bagi 325 ribu sekolah di Indonesia.
Meski demikian, Mu’ti menekankan bahwa MBG tetap menjadi bagian dari program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang meliputi bangun pagi, beribadah, olahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, berinteraksi sosial, dan tidur cukup.
“Program MBG terkait langsung dengan Kemendikdasmen dan merupakan bagian dari pendidikan karakter siswa. Nilai-nilai seperti disiplin, tata krama, dan budaya bersih ditanamkan melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Hasil kajian bersama Lab Sosio Universitas Indonesia menunjukkan MBG tidak hanya membantu siswa mendapatkan asupan gizi yang memadai, tetapi juga membangun pengalaman sosial, kebersamaan, dan motivasi belajar.
Sejauh ini, MBG telah didistribusikan ke 288.845 sekolah dari total 434.812 sekolah, atau sekitar 66,5 persen. Sementara jumlah siswa yang menerima MBG mencapai 49.614.433 orang dari target 53.394.088 siswa, atau sekitar 93 persen.
“Capaian ini sangat signifikan. Masih ada sekitar 3,7 juta siswa yang belum menerima, dan kami akan terus memastikan program ini berjalan berkelanjutan dan meningkat kualitasnya,” pungkas Mu’ti.
Editor: Redaksi TVRINews





