RI Jajaki Proyek Semikonduktor Khusus dengan Arm Limited, Nilainya Rp 3,38 T

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini terdapat pembahasan mengenai special project atau proyek khusus antara pemerintah Indonesia dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Limited.

Ia menjelaskan, proyek tersebut berada di luar program pelatihan 15.000 insinyur bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang penandatanganan kontraknya telah disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto di London, Inggris, pada Senin (23/2).

“(Special project) di luar 15.000 (engineer). Tetapi ini adalah fase berikutnya, kita masih dalam negosiasi, kita belum bisa discuss,” kata Airlangga saat ditemui di sela acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor 2026 di Menara Batavia, Jakarta, Kamis (5/3).

Airlangga menambahkan, nilai proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar USD 200 juta atau sekitar Rp 3,38 triliun (kurs Rp 16.890). “Ada kira-kira (nilainya) USD 200 juta,” lanjutnya.

Ia pun menegaskan dalam proyek tersebut Arm akan berfokus pada pengembangan perangkat lunak dan desain, bukan manufaktur. “Jadi Arm itu arahnya selalu ke software ke arah desain. Kalo pabrikan itu ya TSMC, Nvidia. Jadi itu pendekatan berbeda yang didekati oleh pemerintah,” sebut Airlangga.

Kemudian, Airlangga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan Arm turut menekankan pentingnya membangun ekosistem bioteknologi. Bidang ini dinilai terkait dengan konvergensi teknologi yang mencakup nano, bio, informasi, dan kognitif, yang disebut sebagai fondasi revolusi industri berikutnya.

“Nah, semikonduktor adalah otak dari seluruh teknologi modern karena ini meliputi sensor, control. Satu kendaraan EV itu minimal jumlah semikonduktornya itu lebih dari 200,” lanjut Airlangga.

Ia melanjutkan, permintaan global terhadap semikonduktor diperkirakan akan terus meningkat dan mencapai nilai USD 1 triliun pada 2030, didorong oleh kebutuhan pusat data, AI, komputasi kuantum, komunikasi nirkabel, serta elektronik otomotif.

“Di saat yang sama ekonomi digital diperkirakan secara dunia 16 triliun dan tentu bagi Indonesia ini namanya re-entering the ring,” sebut Airlangga.

Ia pun menilai Indonesia perlu kembali masuk dalam rantai industri semikonduktor global, mengingat Indonesia pernah terlibat dalam industri ini pada era 1980-an bersama Fairchild, tetapi kemudian kehilangan momentum ketika memilih untuk tidak mengadopsi otomatisasi, sehingga investasi berpindah ke Malaysia.

Saat ini, Malaysia telah memiliki sekitar 200 perusahaan dalam ekosistem semikonduktor dan menjadi salah satu yang terkuat di ASEAN, disusul Vietnam dan Singapura. “Dan bagi semikonduktor Malaysia juga mereka dapat special treatment untuk masuk ke pasar Amerika,” ucap Airlangga.

Adapun di dalam negeri, Airlangga menyoroti Indonesia memiliki jumlah pengguna internet terbesar di ASEAN, yakni sekitar 230 juta orang, dengan tingkat penetrasi telepon seluler mencapai 116 persen.

“Dan kita tidak boleh hanya menjadi pasar bagi industri digitalisasi,” kata Airlangga.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jetsport Dunia Berkumpul di Ancol Agustus 2026, Indonesia Siap Ukir Sejarah
• 8 menit lalurepublika.co.id
thumb
F-Buminu Sarbumusi: Jangan Hukum Institusi Polisi karena Ulah Oknum
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Sidang Vonis Delpedro Cs Digelar 6 Maret 2026
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Asing Banyak Lepas Emiten Energi, tapi Diam-Diam Borong Saham Ini
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menlu Ungkap Skema Evakuasi WNI dari Iran di Tengah Memanasnya Serangan AS Israel | SAPA PAGI
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.