Tuban, tvOnenews.com – Pasca banjir bandang yang menerjang enam kecamatan di wilayah Kabupaten Tuban, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, dibantu sejumlah relawan, langsung menerjunkan tim untuk melakukan pembersihan material bekas banjir.
Tim yang terdiri dari 20 personel dan 4 armada diterjunkan langsung untuk membersihkan material lumpur di SDN Ngrayung, Kecamatan Plumpang; di Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban; SDN Genaharjo, Kecamatan Semanding; dan di SDN Mandirejo, Kecamatan Merakurak.
Menurut Sudarmaji, Kalaksa BPBD Tuban, kegiatan pembersihan sengaja difokuskan pada sekolah-sekolah dan tempat ibadah agar aktivitas belajar mengajar bisa berjalan kembali dan tidak terganggu tumpukan lumpur bekas banjir.
“Pembersihan ini sengaja kami fokuskan sekolah-sekolah agar tumpukan lumpur matrial banjir tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, anak-anak bisa belajar kembali seperti biasa,” kata Sudarmaji, di sela-sela kegiatan membersihkan sekolah terdampak banjir.
Dikabarkan sebelumnya, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tuban selama lebih dari tiga jam pada Selasa (03/03) sore mengakibatkan enam kecamatan di wilayah Bumi Wali tersebut diterjang banjir bandang. Masing-masing Kecamatan Plumpang, Kecamatan Grabagan, Kecamatan Semanding, Kecamatan Merakurak, Kecamatan Tuban, dan Kecamatan Montong. Kondisi terparah berada di wilayah Kecamatan Semanding dan Kecamatan Merakurak.
Air meluber memasuki permukiman, merendam rumah-rumah penduduk, dan menggenangi sejumlah ruas jalan desa. Luberan air diduga karena sungai di wilayah setempat mengalami pendangkalan sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.
Selain merendam permukiman, luberan air juga menggenangi fasilitas umum seperti masjid dan musala. Bahkan, seekor sapi milik warga di Kecamatan Semanding tewas akibat terseret arus banjir.
Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban menyebutkan banjir bandang melanda enam wilayah kecamatan di Kabupaten Tuban. Kondisi paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Semanding dan Kecamatan Merakurak.
"Data kami dilapangan ada enam kecamatan yang terdampak banjir akibat hujan deras ini. namun yang paling parah hanya di kecamatan Semanding dan Kecamatan Merajurak, makanya kami segera lakukan asesmen untuk pemulihan," tandas Sudarmaji.




