JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menjelaskan kronologi kecelakaan yang melibatkan pemotor dengan bus Transjakarta di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat.
Berdasarkan rekaman CCTV, kecelakaan diduga terjadi saat pengendara motor mencoba menyalip bus dari sisi kiri dengan kecepatan tinggi untuk masuk ke jalur bus.
"Motor menabrak separator (MCB), terjatuh di dalam jalur, dan terjadi kontak dengan bus yang sedang melaju dengan kecepatan 40 kilometer/jam," ujar Ayu saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Baca juga: Tabrak Separator, Pemotor Tewas Terlindas Bus Transjakarta di Gunung Sahari
Pengendara motor yang meninggal dunia dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Cikini, Jakarta Pusat.
Lalu, satu orang yang membonceng motor tersebut mengalami luka-luka dan dibawa ke RS Hermina Podomoro, Jakarta Utara.
Sementara armada bus telah diamankan di Unit Laka Lantas Pancoran. Transjakarta juga telah menyerahkan rekaman CCTV.
"Kami menyerahkan investigasi sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saat ini kasusnya ditangani Ditlantas Polda Metro Jaya," kata dia.
Transjakarta juga menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan tidak memasuki jalur bus demi keselamatan bersama," tambah Ayu.
Diberitakan sebelumnya, pengendara motor berinisial SP (23) tewas terlindas bus Transjakarta usai menabrak separator di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (4/3/2026) pukul 23.30 WIB.
Baca juga: Sopir Transjakarta yang Adu Banteng di Jalur Langit Jadi Tersangka
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, awalnya bus Transjakarta yang dikemudikan sopir berinisial RJ (48) melintas di Jalan Gunung Sahari arah Selatan, di depan Sekolah BPK Penabur Wilayah Jakarta Pusat.
Saat bus sedang berjalan di busway, tiba-tiba dari arah sebelah kiri jalan datang sepeda motor Honda PCX NRKB B-3564-POR yang dikemudikan SP menabrak pembatas separator busway.
SP yang merupakan warga Jakarta Barat itu diketahui berboncengan dengan warga Jakarta Timur berinisial MGP (20).
"Motor kemudian terjatuh. Kemudian karena jarak kendaraan yang sudah dekat akhirnya bus Transjakarta itu tidak bisa menghindar," ujar Ojo saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis.
Motor yang dikemudikan SP lantas masuk ke dalam kolong Bus Transjakarta itu. Akibat kecelakaan tersebut, kedua kendaraan rusak.
"Pemotor SP mengalami luka dan meninggal dunia di TKP. Sementara itu, MGP yang membonceng mengalami luka terbuka di bagian kepala dan patah kaki," jelas Ojo.
Saat ini, pengemudi bus Transjakarta masih diperiksa polisi.
Polisi juga melakukan penyelidikan dan belum menetapkan tersangka dalam kejadian ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




