Grid.ID - Suasana haru menyelimuti acara tahlilan 40 hari kepergian Lula Lahfah yang digelar keluarga pada Ramadan ini, Rabu (4/3/2026). Sang ayah, Muhammad Feroz, mengaku masih belum mampu sepenuhnya menerima kepergian putrinya.
“Alhamdulillah berjalan lancar semua, teman-teman Lula hadir,” ujar Feroz yang dikutip melalui tayangan Reyben Entertainment, Rabu 4/3/2026).
Ia menyebut sejumlah sahabat Lula datang untuk memberikan doa dan dukungan. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa almarhumah memiliki lingkaran pertemanan yang luas dan tulus.
Meski acara berlangsung lancar, Feroz tak menampik duka masih begitu terasa. Ia mengakui hingga hari ke-40, dirinya dan keluarga masih berusaha belajar ikhlas.
“Sampai saat ini masih belum bisa move on banget, kita berusaha ikhlas,” tuturnya.
Ramadan tahun ini menjadi momen yang terasa paling berat bagi keluarga. Feroz menyebut ada kekosongan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.
“Merasa ada yang hilang aja, nggak lengkap,” katanya lirih.
Saat ditanya mengenai hal yang paling dirindukan dari sosok Lula, Feroz tampak menahan haru. Ia mengaku kehilangan seorang anak adalah perasaan yang tak bisa diungkapkan secara sederhana.
“Namanya anak saya, nggak mungkin bisa saya lupakan,” ucapnya.
Feroz juga sempat mengungkapkan kerinduannya melalui media sosial. Baginya, unggahan tersebut menjadi salah satu cara untuk menyalurkan perasaan yang sulit disampaikan secara langsung.
Dukungan dari para sahabat dan kerabat pun terus mengalir hingga kini. Bahkan, beberapa di antaranya rela datang dari luar kota demi menghadiri tahlilan 40 harian tersebut.
“Kita puas dan senang, mereka datang cuma untuk menunjukkan sayang ke Lula,” ungkap Feroz.
Dalam rangkaian acara, para sahabat dan keluarga terlihat mengikuti sesi penaburan bunga matahari di backdrop memorial. Momen tersebut menjadi simbol cinta dan penghormatan terakhir bagi Lula.
Di akhir wawancara, Feroz menyampaikan doa terbaik untuk putrinya. Ia berharap almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan.
“Kita minta almarhumah husnul khotimah dan dipermudah sama Allah,” tutupnya.
Acara 40 harian itu tak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga ruang bagi keluarga dan sahabat untuk saling menguatkan. Di tengah kesedihan yang belum reda, cinta untuk Lula tetap hidup dalam setiap doa yang dipanjatkan. (*)
Artikel Asli



