Indonesia menjadi salah satu negara net importir minyak mentah (crude) terbesar di dunia. Ketergantungan negara dengan impor ini disebabkan jumlah produksi di dalam negeri belum memenuhi kebutuhan nasional.
Berdasarkan laman Observatory of Economic Complexity (OEC), Indonesia mengimpor minyak mentah (HS 27.09.00) senilai USD 9,95 miliar pada tahun 2024, menjadikannya sebagai importir minyak mentah terbesar ke-22 dari 149 negara di dunia.
Pada tahun 2024, minyak mentah merupakan produk impor terbanyak ke-2 di Indonesia dari total dari 5.116 komoditas. Selama periode tersebut, Indonesia mengimpor minyak mentah terutama dari Nigeria senilai USD 2,56 miliar, Arab Saudi USD 2,05 miliar, Angola USD 1,66 miliar, Gabon USD 1,04 miliar, dan Australia sebesar USD 739 juta.
Selain itu, ada juga dari Amerika Serikat senilai USD 431 juta, Brunei USD 306 juta, Malaysia USD 116 juta, China USD 439 juta, hingga Azerbaijan USD 179 juta.
Sementara negara-negara asal impor minyak mentah dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia antara tahun 2023 dan 2024 adalah Angola senilai USD 580 juta, Australia USD 340 juta, dan Gabon USD 216 juta.
Di sisi lain, Indonesia juga mengekspor minyak mentah senilai USD 2,55 miliar pada tahun 2024, menjadi eksportir minyak mentah terbesar ke-33 dari 138 negara di dunia. Minyak mentah merupakan produk ekspor terbanyak ke-18 dari 4.830 komoditas di Indonesia.
Pada tahun tersebut, tujuan utama ekspor minyak mentah Indonesia adalah Thailand sebesar USD 1,75 miliar, Singapura USD 235 juta, Jepang USD 106 juta, Korea Selatan USD 106 juta, dan Australia USD 101 juta.
Kemudian pasar dengan pertumbuhan tercepat untuk ekspor minyak mentah dari Indonesia antara tahun 2023 dan 2024 yakni Thailand USD 309 juta, Singapura USD 136 juta, dan Australia USD 71,8 juta).
Impor Minyak Mentah dari Gabon
Menurut catatan pengiriman dari Desember 2024 hingga November 2025 dari Market Inside, terdapat 86 pengiriman impor dari Gabon menuju Indonesia dengan total nilai USD 598,62 juta.
Rinciannya, pada Desember 2023-November 2025, komoditas impor utama Indonesia dari Gabon adalah Bahan Bakar dan Minyak Mineral (98,12 persen), Kapal dan Perahu (1,20 persen), Bijih dan Konsentrat (0,52 persen), Kayu dan Barang-barangnya (0,12 persen), dan Aluminium dan Barang-barangnya (0,04 persen).
Pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia sebagai lokasi pengiriman terbanyak dari Gabon adalah Balongan (87,47 persen), Balikpapan Sepinggan ( 11,87 persen), Cigading ( 0,52 persen), dan Tanjung Perak ( 0,05 persen).
Perusahaan yang mengimpor barang terbanyak dari Gabon adalah PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dengan porsi 98,12 persen senilai USD 587,34 juta. Adapun KPI mengelola Kilang Balikpapan dan Kilang Balongan, yang sekaligus menjadi lokasi pengiriman terbanyak dari negara Afrika Tengah tersebut.





