Kemenag Sulsel Siapkan 492 Masjid Ramah Pemudik: Bisa Istirahat, Charge HP, hingga Makanan Ringan!

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Kanwil Kemenag Sulsel meluncurkan program Masjid Ramah Pemudik. Sebanyak 492 masjid di jalur utama siap melayani para musafir.

Fasilitas lengkap tersedia mulai dari tempat istirahat hingga pusat informasi. Program ini bertujuan memastikan mudik Lebaran 2026 aman dan nyaman.

Kakanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, mengungkapkan inisiatif ini dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat-2026 di Hotel Harper Makassar, Kamis (5/3/2026).

Langkah ini diambil untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik yang diprediksi akan berlangsung cukup lama, yakni mencapai lebih dari dua pekan.

Fasilitas Lengkap 24 Jam untuk Musafir

Menurut Ali Yafid, masjid bukan lagi sekadar tempat ibadah saat musim mudik, melainkan juga berfungsi sebagai tempat istirahat yang manusiawi dan aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jauh.

“Berdasarkan instruksi Menteri Agama, kami memaksimalkan penggunaan masjid sebagai rest area. Saat ini sudah ada 492 masjid di Sulsel yang terverifikasi siap melayani pemudik,” jelas Ali Yafid di hadapan jajaran Polda Sulsel dan Forkopimda.

Fasilitas yang disediakan di ratusan masjid tersebut antara lain:

Akses 24 Jam: Masjid terbuka penuh bagi pemudik sepanjang waktu.

Kebutuhan Dasar: Toilet bersih, air wudhu melimpah, dan ruang ibadah yang sejuk.

Kenyamanan Ekstra: Fasilitas pengisian daya ponsel (charge HP), area istirahat, serta air minum dan makanan ringan gratis.

Keamanan & Informasi: Area parkir yang terjaga serta pusat informasi perjalanan.

Madrasah dan KUA Turut Disiagakan

Selain masjid, Kemenag Sulsel juga mengerahkan infrastruktur pendidikan dan layanan keagamaan lainnya. Satuan kerja seperti Madrasah dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang berada di sepanjang jalur utama mudik turut disiagakan sebagai posko bantuan.

“Kami ingin mudik tahun ini menjadi ladang amal saleh sekaligus memberikan rasa aman. Semoga fasilitas ini membantu para pemudik agar tetap bugar dan selamat sampai tujuan,” harap Kakanwil kelahiran Bone tersebut.

Antisipasi Perbedaan Idul Fitri 1447 H

Dalam kesempatan yang sama, Ali Yafid juga menyinggung potensi perbedaan tanggal 1 Syawal 1447 H. Berdasarkan pantauan sementara BMKG dan Badan Hisab Rukyat Sulsel, Lebaran kemungkinan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026.

Meskipun demikian, ia mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil Sidang Isbat Kemenag RI yang dijadwalkan pada 19 Maret mendatang. Ali Yafid menekankan bahwa yang terpenting adalah semangat ukhuwah (persaudaraan) di atas segala perbedaan.

“Masyarakat kita sudah dewasa. Koordinasi lintas sektor ini adalah kunci agar pelayanan selama libur Lebaran berjalan tertib dan nyaman, khususnya di Sulawesi Selatan,” pungkasnya. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari Ini Harga Cabai Rawit Merah Naik Jadi Rp82.300 per Kilogram
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jimly Mau Bisik-bisik ke Prabowo, Minta Waktu Lapor Hasil Komisi Percepatan Reformasi Polri
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Penyumbatan Jantung jadi Pembunuh Nomor Satu di Dunia, Kenali Gejala, Penanganan, dan Cara Mencegahnya
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Uang Rp. 58,1 M Hasil Rampasan Judol Disetor ke Kas Negara
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Penanganan Sampah Pesisir, KLH Izinkan Insinerator di Badung
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.