Kontribusi Bank Syariah Masih Minim, LPS Dorong Percepatan Konsolidasi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kontribusi industri keuangan syariah, khususnya perbankan saat ini dinilai masih sangat minim sehingga perlu segera melakukan konsolidasi.

Kontribusi industri keuangan syariah, khususnya perbankan saat ini dinilai masih sangat minim sehingga perlu segera melakukan konsolidasi. (Foto: IDX Channel)

IDXChannel - Kontribusi industri keuangan syariah, khususnya perbankan saat ini dinilai masih sangat minim, sehingga para pemain yang ada perlu melakukan konsolidasi secara lebih agresif.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat, kontribusi perbankan syariah terhadap total industri hanya 9 persen, jauh di bawah perbankan konvensional. Padahal, potensi pengembangan syariah sangat luas yang ditandai dengan tingginya permintaan akan produk-produk berbasis syariah.

Baca Juga:
Pangsa Pasar Bank Syariah Ditargetkan Capai 10 Persen pada 2029

Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu menilai, bank-bank syariah di Indonesia perlu melakukan konsolidasi, baik akuisisi maupun merger unuk mempercepat pertumbuhan sektor tersebut. Dia juga menyoroti suplai produk-produk syariah sangat minim padahal permintaannya besar.

“Sukuk itu 20 persen dari industri. Bahkan seperti takaful, kemudian gadai, kemudian fintech syariah, itu kan masih persen ya. Kecil sekali,” katanya dalam Podcast The Fundamentals IDX Channel dikutip Kamis (5/3/2026).

Baca Juga:
Bank Syariah Nasional (BSN) Fokus Penguatan Ekosistem Digital

Anggito menilai, proses konsolidasi bank-bank syariah menunjukkan hasil positif di mana aset hasil merger tumbuh dari Rp100 triliun menjadi Rp450 triliun dalam waktu lima tahun. Namun, konsolidasi perlu digencarkan lagi untuk meningkatkan skala usaha dan daya saing dari bank syariah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) periode 2017-2022 itu menyinggung perkembangan bank syariah di Arab Saudi yang saat ini kontribusinya berada di level 20-30 persen dari total industri perbankan. Indonesia bisa mencontohnya dengan meningkatkan layanan dan daya saing penawaran harga.

Oleh karena itu, konsolidasi sangat penting untuk mempercepat pertumbuhan industri perbankan syariah. Selain skala usaha, konsolidasi dinilainya juga penting untuk mendorong efisiensi karena komponen biaya semakin meningkat usai Unit Usaha Syariah (UUS) melepaskan diri dari bank induk untuk menjadi bank syariah sendiri.

>

(Rahmat Fiansyah/Eugenia Siregar)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhiri Polemik Dualisme Kepengurusan, Kadin Depok Tegaskan Bakal Percepat Muskot 2026
• 18 jam lalueranasional.com
thumb
Populer Ekonomi: Harga Emas Antam Anjlok hingga Stok BBM Ditambah Jadi 90 Hari
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Bali Kirim Sampel Tulang yang Ditemukan di Pantai Ketewel ke Mabes Polri untuk Tes DNA
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kapolri Ungkap Upaya Presiden Prabowo Selesaikan Konflik Global
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.