Harga minyak sawit mentah (CPO) rebound pada Kamis (5/3/2026) dan mencapai level tertinggi dalam sebulan.
IDXChannel – Harga minyak sawit mentah (CPO) rebound pada Kamis (5/3/2026) dan mencapai level tertinggi dalam sebulan, didorong oleh lonjakan harga minyak mentah.
Kontrak berjangka (futures) acuan CPO untuk pengiriman Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 1,75 persen, menjadi 4.251 ringgit Malaysia per ton hingga 15.05 WIB, level tertinggi sejak 5 Februari.
“CPO di Bursa Malaysia pulih dari pelemahan awal. Pemulihan ini terjadi karena pergeseran besar dalam dinamika harga, di mana minyak sawit kini berada pada posisi diskon dibanding gas oil akibat reli luar biasa harga gas oil di tengah ketegangan Timur Tengah,” kata kepala riset komoditas di pialang Sunvin Group, Mumbai, Anilkumar Bagani, dikutip Reuters.
Bagani menambahkan, ancaman gangguan pengiriman minyak nabati melalui rute Timur Tengah juga mendukung harga minyak sawit, karena bisa meningkatkan permintaan akibat pasokan minyak kedelai dan minyak bunga matahari yang terbatas.
Kontrak minyak kedelai aktif di Dalian naik 0,07 persen, sementara kontrak minyak sawit bertambah 0,58 persen. Minyak kedelai di Chicago Board of Trade melonjak 1,05 persen.
Harga minyak sawit biasanya mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing, karena bersaing untuk pangsa pasar global minyak nabati.
Harga minyak mentah melonjak lebih dari 3 persen pada Kamis, memperpanjang reli seiring eskalasi perang AS-Israel dengan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak dan gas penting dari Timur Tengah.
Futures minyak mentah yang lebih kuat membuat minyak sawit menjadi pilihan lebih menarik sebagai bahan baku biodiesel. (Aldo Fernando)





