Direktur Utama PT Transjakarta, Welfizon Yuza, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memberikan layanan transportasi yang lebih terjangkau pada momen hari besar keagamaan.
"Jadi, tinggal tunggu pengumuman, apakah berapa hari, tanggal berapa, nanti kita lihat. Ini sudah disampaikan Gubernur DKI Jakarta dan diulang pada beberapa 'doorstop' (wawancara cegat pintu), akan digratiskan (biaya layanan Transjakarta)," kata Welfizon Yuza dikutip dari Antara.
Welfizon menjelaskan kebijakan pembebasan tarif transportasi telah beberapa kali diterapkan dalam berbagai momentum keagamaan sebelumnya. Program tersebut juga akan kembali dilakukan pada periode Ramadan hingga Lebaran tahun ini. Baca Juga:
Waspadai Sejumlah Titik Rawan Kemacetan pada Mudik Lebaran 2026
"Jadi, mulai dari akhir tahun lalu, ada Natal, terus kemudian Imlek, dari Imlek berpindah menjadi menyambut Ramadhan. Kemarin juga ada Festival Ramadhan dan nanti pada saat Lebaran, juga ada Nyepi," ujar dia. Menunggu Penetapan Jadwal dari Dishub Meski demikian, Transjakarta masih menunggu keputusan resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait tanggal pasti penerapan tarif gratis tersebut.
"Mengenai tanggal berlaku pembebasan biaya layanan tersebut, pihaknya masih menunggu Surat Keterangan Kepala Dinas Perhubungan."
"Tanggalnya kita mengikuti dari Dinas Perhubungan. Nanti akan ada SK Kadis-nya. Kita menunggu. Apakah nanti tanggal 1 Syawal (20 Maret 2026) atau tanggal 1 dan 2, nanti kita lihat," ujar dia. Alasan Tarif Rp1 dalam Sistem Pembayaran Welfizon juga menjelaskan tarif Rp1 yang diberlakukan sebenarnya hanya bersifat teknis dalam sistem pembayaran digital transportasi. Baca Juga:
Kemenhub Siapkan 401 Bus Mudik Gratis Lebaran 2026
"Secara sistem di TJ, MRT dan yang lain itu, 0 itu tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Rp1 dan 0 sebenarnya tak beda jauh, tapi secara teknologi memang harus ada proses rupiah yang ditransfer dari kartu, makanya konversi dari 0 menjadi Rp1," kata Welfizon. Layanan Transjakarta Semakin Luas Saat ini Transjakarta melayani jaringan transportasi publik yang luas di Jakarta. Layanan tersebut mencakup 14 koridor Bus Rapid Transit (BRT) utama yang beroperasi selama 24 jam.
Selain itu, Transjakarta juga memiliki berbagai layanan pendukung, seperti angkutan pengumpan (feeder), Mikrotrans (angkot), layanan premium Royaltrans, layanan khusus disabilitas Transjakarta Cares, hingga bus wisata.
Secara keseluruhan, jaringan Transjakarta telah menjangkau sekitar 91,7 persen wilayah DKI Jakarta, menjadikannya salah satu sistem transportasi publik terbesar di ibu kota.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





