Amerika Siaga, Waswas Iran Menyusup Picu Huru-Hara

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: (AP/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri keuangan Amerika Serikat meningkatkan kesiagaan atas potensi serangan siber setelah Amerika Serikat memulai perang dengan Iran.

Aksi serangan udara yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan lalu telah membunuh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran kemudian merespons agresi AS dan Israel menggunakan rudal dan drone mengincar target aset milik AS di negara-negara Arab.

Pecahnya perang meningkatkan kekhawatiran di AS atas serangan siber oleh Iran terhadap infrastruktur di AS, termasuk operasi perbankan.


"Kami terus memantau situasi terkini dengan fokus terhadap resiliensi operasional, yang merupakan fondasi dari integritas dan stabilitas pasar modal AS," kata Todd Klessman dari SIFMA.

Pilihan Redaksi
  • Ambil Peluang Saat Perang, Pemasok Senjata Baru AS Mengaku Salah
  • China Bangun Segudang Senjata Canggih, Amerika Tak Bisa Kabur
  • Iran Masih Simpan Senjata Ampuh Buat Lumpuhkan Amerika

Menurut penilaian intelijen AS yang dikutip Reuters, hacker yang punya hubungan dengan Iran bisa melakukan serangan siber level rendah di jaringan internet AS. Contoh serangan siber level rendah adalah serangan DDoS, yaitu membanjiri server sehingga kewalahan dan berhenti beroperasi.

Menurut laporan dari Financial Services Information Sharing and Analysis Center (FS-ISAC), sektor finansial adalah target utama serangan DDoS sepanjang 2024. Serangan tersebut, antara lain, dilakukan oleh hacker aktivis di tengah perang Hamas-Israel dan Rusia-Ukraina.

Selain DDoS, serangan lain yang ditakutkan adalah ransomware yaitu "penyanderaan" data dengan sasaran permintaan tebusan. Pada 2023, serangan ransomware terhadap unit broker bak ICBC menyebabkan perdagangan di pasar obligasi AS terganggu,


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mengenal The Paradox of Choice, Kondisi Sulit Membuat Keputusan karena Banyaknya Pilihan
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Baleg DPR Pastikan RUU PPRT Disahkan Tahun Ini
• 34 menit laluokezone.com
thumb
13 WN Jepang Sindikat Scam Online di Bogor Terancam Dideportasi
• 23 jam laludetik.com
thumb
Sambut Ramadan dan Lebaran 2026, Sarinah Tebar Diskon hingga 50 Persen
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Cabai Rawit dan Bawang Putih di Cianjur Naik
• 20 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.