Profesi Amil Zakat Dinilai belum Cukup Diakui dalam Regulasi Nasional

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koordinator Indonesia Zakat Watch (IZW), Barman Wahidatan, menyoroti masih timpangnya kesejahteraan amil zakat di Indonesia yang dinilai belum memiliki standar yang jelas. Menurutnya, negara perlu lebih serius menata profesi amil dalam kerangka regulasi nasional agar kesejahteraan dan profesionalisme mereka terjamin, seiring tuntutan peningkatan kualitas tata kelola zakat.

Barman mengatakan kesejahteraan amil di Indonesia masih sangat beragam dan dalam banyak kasus belum memiliki standar yang jelas. Ia mencontohkan masih adanya amil yang bekerja dengan status kontrak meski menjalankan tugas pokok dan fungsi seperti amil tetap.

Baca Juga
  • Jetsport Dunia Berkumpul di Ancol Agustus 2026, Indonesia Siap Ukir Sejarah
  • Beda antara Ahli Kitab, Bani Israil dan Yahudi
  • Bulayak Satay, Favorite Iftar Menu in West Lombok

"Walaupun pada sejumlah lembaga zakat besar mungkin sudah mendekati standar upah layak, walaupun masih belum banyak, apalagi di tingkat daerah, LAZ daerah, termasuk masih banyak amil yang menerima insentif di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP)," kata Barman kepada Republika, Kamis (5/3/2026).

Ia menambahkan, persoalan kesejahteraan juga muncul di lingkungan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang menghadapi tantangan kelembagaan tersendiri. IZW, kata dia, pernah menerima aduan dari mantan amil Baznas yang tiba-tiba keluar setelah terjadi pergantian pimpinan karena faktor politik internal.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wardatina Mawa Buka Suara Usai Dituding dan Disudutkan, Pilih Fokus ke Anak dan Kesehatan Mental
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Fitch Revisi Outlook RI Jadi Negatif, Ini Respons BI
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tak Hanya Sebelum Meninggal, Nizam Sudah Sering Teraniaya Sejak Kecil, LPSK: Kekerasan Sudah Sering Dilakukan
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Botok dan Teguh Divonis Bersalah 6 Bulan tapi Tidak Dipenjara, Buntut Pemakzulan Bupati Pati
• 55 menit laludisway.id
thumb
KPK Soroti Transisi Seorang Entertainer ke Dunia Politik: Harus Siap Belajar
• 9 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.