Menteri Ekraf soroti peran ekosistem digital Shopee buka peluang kerja

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Ekonomi Kreatif RI Teuku Riefky Harsya menyoroti peran ekosistem digital, termasuk platform e-commerce Shopee, dalam membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan generasi muda, melalui kegiatan berjualan daring hingga menjadi afiliator.

“82 persen pengangguran itu generasi muda di bawah 40 tahun, dan mereka biasanya lebih mudah memahami menggunakan teknologi digital. Jadi, kalau mereka ini bisa kita arahkan untuk menjadi penjual Shopee, merchant ShopeeFood, atau bergabung menjadi Shopee Affiliate, bisa membuka lapangan pekerjaan dan berdampak langsung pada penyerapan pengangguran terbuka,” ujar Teuku Riefky dalam acara Laporan Capaian Emak-Emak Matic dan Gen Matic di Jakarta, Rabu (4/3).

Menurut dia, industri ekonomi digital menjadi salah satu sektor baru yang berpotensi menyediakan lapangan kerja inklusif baik formal maupun informal. Melalui ekosistem digital, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat memulai bisnis secara daring dengan modal relatif kecil.

Baca juga: Menekraf sebut parade busana ASEAN kekuatan ekonomi berakar budaya

Baca juga: Menekraf komitmen kembangkan ekraf seiring capaian tren positif

Untuk mendukung pemanfaatan peluang tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Shopee pada tahun lalu menggelar program pelatihan digital “Emak-Emak Matic” dan “Gen Matic” di delapan kota di Indonesia.

“Pelatihan Emak-Emak Matic dan Gen Matic yang dilakukan bersama Shopee ini bisa menjadi cara untuk membantu mengurangi pengangguran dengan membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya bagi para ibu dan generasi muda. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, resiliensi ekonomi keluarga melalui penguatan peran para ibu dan generasi muda menjadi hal krusial,” kata Teuku Riefky.

Sejumlah peserta pelatihan mengaku merasakan manfaat dari program tersebut. Aya Sophia Madjid, pemilik toko fesyen muslimah “rumahayasophia” asal Bogor, Jawa Barat, mengatakan pelatihan yang diikutinya membantu meningkatkan pengetahuan tentang fitur promosi di platform e-commerce sehingga berdampak pada kenaikan penjualan.

“Berjualan online itu relatif mudah karena kegiatan promosi, pemasaran, sampai pengiriman dilakukan dalam satu platform Shopee. Ikut pelatihan seperti Emak-Emak Matic sangat penting karena membuat saya lebih paham menggunakan fitur Iklan Shopee dan Gratis Ongkir XTRA untuk meningkatkan penjualan,” kata Aya.

Pengalaman serupa disampaikan Siti Zakiatul Rokhmah, pemilik usaha kuliner “Britania Kuliner” di Bogor yang sebelumnya berjualan secara offline sejak 2016. Pandemi COVID-19 pada 2020 membuatnya menutup toko fisik dan beralih menjadi merchant ShopeeFood.

Setelah mengikuti pelatihan Emak-Emak Matic, Zaki mengaku mampu mengoptimalkan tokonya secara daring sehingga pesanan meningkat hingga dua kali lipat.

Sementara itu, ibu rumah tangga asal Depok Khairani Marda atau Bundo Iren memanfaatkan peluang ekonomi digital dengan menjadi afiliator setelah mengikuti pelatihan Gen Matic pada 2025. Dari aktivitas tersebut, ia mengaku memperoleh penghasilan tambahan yang membantu perekonomian keluarga.

Baca juga: Menekraf dorong inovasi ekraf dengan pendekatan hexahelix

Baca juga: Lewat ekraf masyarakat terdampak bencana bisa kembali berdaya

Baca juga: Buku Indonesia Scenes on Screen promosikan RI di industri film global


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Legislator PDIP Edukasi Hukum ke Kepala Desa di Bali Agar Tak Terjerat Kasus
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Pak Ogah di Surabaya Pecahkan Kaca Mobil-Pukul Pengemudi karena Tak Diberi Duit
• 33 menit lalukumparan.com
thumb
AHY Ungkap Alasan Presiden Prabowo Absen Bukber Demokrat
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Impor Minyak dari AS dengan Harga Mahal, Bahlil Jamin Indonesia Masih Dapat Untung
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Selat Hormuz Ditutup, Negara-negara Asia Bakal Paling Terdampak
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.