Video: Produksi Nikel Dipangkas, Pengusaha: "Rem Paksa" Bagi Industri

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memangkas produksi bijih nikel pada Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 ke level 260-an juta ton atau turun 31% dibandingkan RKAB 2025 yang sebesar 379 juta ton.

Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah mengatakan penurunan produksi bijih nikel menjadi 260 juta ton jauh dari kebutuhan sektor hilir/smelter diperkirakan mencapai 340-350 juta ton di 2026.

Meski demikian, FINI mengapresiasi langkah pemangkasan produksi bijih nikel untuk menekan kondisi oversupply sehingga bisa mendongkrak harga, namun jika pemangkasan terlalu ketat kondisi ini membuat industri smelter melakukan "rem paksa"

FINI memperkirakan ada 3 dampak pemangkasan produksi bijih nikel yakni mengurangi produksi nikel RI, terjadi pengikisan pendapatan fiskal dan transfer benefit ke produsen nikel asing.

Seperti apa tanggapan FINI terhadap pemangkasan RKAB nikel 2026? apa dampaknya bagi industri? Selengkapnya simak dialog Serliana Salsabila dengan Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Arif Perdana Kusumah dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 05/03/2026)

Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik AS Luncurkan Rudal Tomahawk ke Iran dari Kapal Perang USS Bainbridge
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Waspada Cuaca Ekstrem Sulawesi Selatan Jumat 6 Maret 2026: Makassar dan 7 Wilayah Diguyur Hujan Lebat
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Lindungi Warga dari Ancaman Krisis, Waka MPR Dorong Pengesahan UU PPRT
• 17 jam laludetik.com
thumb
Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta Besok, 6 Maret 2026: Hujan Berpotensi Terjadi Sejak Siang Hari
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Donald Trump Remehkan Peringatan Menlu Iran, Menyebutnya Buang-Buang Waktu
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.