Kondisi kawasan Timur Tengah masih panas imbas saling serang antara Israel-Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Dampaknya, sejumlah pangkalan militer AS di negara-negara teluk menjadi sasaran balasan Iran.
Kondisi ini sempat membuat sejumlah penerbangan dibatalkan. Informasi terbaru, dua maskapai yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, menyatakan bahwa penerbangan dari Indonesia ke Saudi maupun sebaliknya yang bersifat langsung (direct) tidak terganggu dan beroperasional normal.
"Penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Jeddah (JED) serta Madinah (MED) hingga saat ini masih beroperasi normal. Garuda Indonesia juga terus mengedepankan aspek keselamatan (safety) dengan memastikan rute penerbangan yang dipilih melalui jalur yang aman," kata Head of Corporate Communications Garuda Indonesia, Dicky Irchamsyah, saat dikonfirmasi, Kamis (5/3).
Senada, penerbangan Saudia Airlines juga tidak terkendala.
"Aman. Penerbangan Saudia ke Indonesia (CGK & DPS) masih operasional normal sesuai dengan jadwal reguler," kata Direktur GSA Saudia Indonesia – PT Ayuberga, Andri Bermawi, dikonfirmasi terpisah.
Meski begitu, ada juga sejumlah penerbangan yang terdampak. Untuk Garuda, saat ini pihaknya masih memonitor perkembangan situasi serta informasi resmi dari otoritas penerbangan terkait. Penerbangan Garuda Indonesia rute CGK–DOH–CGK (GA900/901) hari ini dibatalkan karena wilayah udara Doha masih ditutup.
Sementara Saudia, mengkonfirmasi bahwa adanya penangguhan penerbangan dari dan menuju Amman, Kuwait, Abu Dhabi, Dubai, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar diperpanjang selama dua hari tambahan hingga 6 Maret pukul 23.59 GMT.





