BMKG memprediksi bahwa selama periode Lebaran 2026, yakni selama bulan Maret, cuaca umumnya akan didominasi oleh hujan ringan hingga sedang.
BMKG memprediksi bahwa pada Lebaran ada potensi cuaca didominasi hujan. Prakiraan potensi hujan dan daerah yang terdampak berbeda dari awal bulan Maret dengan akhir bulan Maret.
BMKG juga mencatat bahwa curah hujan pada bulan Maret 2026 berada dalam kategori menengah hingga tinggi. Wilayah seperti Jawa Tengah dan Papua Pegunungan berpotensi mengalami curah hujan yang sangat tinggi, sehingga penting bagi masyarakat untuk mempersiapkan diri terhadap kemungkinan genangan air atau bahkan banjir di area yang rawan.
Prediksi Cuaca selama LebaranBerikut prediksi potensi selama bulan Maret menjelang Lebaran:
Periode 1-10 Maret 2026
Sebagian besar daerah didominasi hujan ringan hingga sedang. Ada potensi hujan yang sedang hingga lebat di beberapa daerah berikut.
-
Banten
-
Jakarta
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
DI Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Kalimantan Timur
-
Sulawesi Selatan
-
Nusa Tenggara Timur
Periode 11-20 Maret dan 21-31 Maret 2026
Masih sama dengan prediksi sebelumnya yang menunjukkan dominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, ada beberapa daerah yang berpotensi hujan lebat.
-
Lampung
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
NTT
-
Papua Pegunungan
Kondisi ini pun dipertegas dengan pernyataan dari Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, khususnya pada Lebaran 2026.
"Pada periode 11-20 Maret serta 21-31 Maret 2026, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi hujan ringan hingga sedang, namun peluang hujan lebat berpotensi terjadi di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Pegunungan," terang Faisal dalam pernyataan resmi dalam Rapat Koordinasi Persiapan Idulfitri di Auditorium Mutiara, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Dengan kondisi ini, masyarakat di sana diimbau untuk senantiasa memantau perkembangan cuaca, terutama menjelang perayaan Idulfitri yang merupakan waktu mudik bagi banyak orang.
Baca Juga:Prediksi Cuaca Jakarta Kamis 5 Maret 2026: Waspadai Angin Kencang dan Hujan Lebat
Dinamika atmosfer yang memengaruhi kondisi cuaca selama Lebaran 2026 mencakup pengaruh Monsun Asia dan aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO). Kedua fenomena ini berkolaborasi untuk menciptakan kondisi yang mendukung terjadinya hujan.
Para ahli meteorologi dari BMKG menyebutkan bahwa aktvitas atmosfer ini masih akan aktif memengaruhi cuaca hingga akhir Maret, yang berpotensi memperburuk kondisi cuaca di beberapa wilayah.
BMKG juga memantau pembentukan bibit siklon tropis, khususnya di selatan Indonesia. Bibit siklon 90S yang terdeteksi di Samudra Hindia barat daya Lampung menjadi perhatian, karena bisa memicu perubahan cuaca yang lebih ekstrem. Dalam kondisi ini, masyarakat diminta untuk tetap waspada, terutama saat melakukan perjalanan untuk merayakan Lebaran.
Dengan proyeksi hujan yang signifikan dan dinamika atmosfer yang aktif, perjalanan mudik selama Lebaran 2026 bisa terpengaruh. Pelaksanaan perjalanannya bisa dipengaruhi oleh permintaan dari masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca yang fluktuatif. Peringatan dini dan informasi terbaru dari BMKG akan berguna bagi para pelaku perjalanan.
Salah satu fenomena cuaca yang diwaspadai adalah pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat memicu hujan lebat serta badai. Keberadaan awan ini sangat beresiko, karena kondisi cuaca yang ditimbulkannya bisa menciptakan turbulensi di berbagai sektor, termasuk transportasi udara.
Baca Juga:BMKG Prediksi Kemarau 2026 Datang Lebih Awal di Sebagian Wilayah Indonesia





