Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan program konversi motor konvensional menjadi listrik akan dilanjutkan tahun ini. Total subsidi yang akan diberikan hingga Rp 6 juta per unit.
Hal tersebut diungkapkannya usai rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3). Pembahasannya meliputi pembangunan PLTS 100 GW dan percepatan konversi motor listrik.
"Percepatan konversi kit dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta motor yang memakai bensin. Kita akan mencoba bertahap untuk melakukan konversi ke motor listrik," kata Bahlil.
Bahlil menyebutkan, Prabowo ingin implementasi program tersebut dilakukan segera, maksimal dalam kurun waktu 4 tahun. "Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3-4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi," ujarnya.
Jadi Ketua Satgas Percepatan Konversi Motor Listrik
Bahlil mengatakan, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus terkait percepatan program konversi motor listrik dan diketuai oleh dirinya sendiri.
"Dan karena itu, Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini. Kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat," ungkapnya.
Pada tahun 2023 saat program tersebut diluncurkan, program konversi motor listrik ditargetkan menyasar sekitar 200.000 motor dengan jumlah subsidi Rp 7 juta per unit, kemudian naik menjadi Rp 10 juta per unit pada akhir 2023.
"Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar Rp 5-6 juta, jadi ke sini semakin murah. Dan itu akan diupayakan untuk pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," jelas Bahlil.
Kendati demikian, Bahlil menyebutkan pemerintah masih mencari formulasi terbaik. "Nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, baru diumumkan hari ini. Jadi habis ini kami akan melakukan kerja-kerja Satgas sehingga perencanaannya lebih-lebih betul-betul presisi," pungkasnya.





