Tingkatkan Kesehatan Mental Santri, Menag Minta Pesantren Hadirkan Tenaga Psikolog

suara.com
2 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Menteri Agama mendorong pesantren besar sediakan psikolog untuk mendukung penanganan kesehatan mental peserta didik.
  • Usulan ini disampaikan saat rapat tingkat menteri di Jakarta pada Kamis, 5 Maret 2026.
  • Pemerintah sepakat perkuat koordinasi lintas kementerian melalui "Program Bersama 9 K/L" terkait isu ini.

Suara.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong pondok pesantren berkapasitas besar untuk menyediakan layanan psikolog guna menunjang penanganan kesehatan mental anak dan remaja di lingkungan pendidikan keagamaan.

Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam Rapat Tingkat Menteri di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Kamis (5/3/2026), yang membahas penguatan penanganan kesehatan jiwa anak dan remaja.

Menurut Nasaruddin, guru bimbingan konseling (BK) di madrasah dan pesantren memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku peserta didik. Namun, untuk persoalan yang bersifat klinis diperlukan dukungan tenaga profesional.

“Guru BK memiliki peran strategis dalam mengenali perubahan perilaku anak. Namun untuk persoalan yang bersifat klinis, diperlukan sinergi dengan tenaga profesional seperti psikolog dan tenaga medis,” kata Nasaruddin.

Karena itu, Kementerian Agama mendorong pesantren dengan jumlah santri besar untuk melengkapi layanan internalnya dengan dokter, perawat, dan psikolog agar penanganan masalah kesehatan mental dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Nasaruddin juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya guru BK di madrasah dan pesantren. Ia mengusulkan adanya standardisasi kompetensi serta pelatihan berkelanjutan melalui kerja sama dengan kementerian terkait.

Menurutnya, madrasah dan pesantren selama ini dipandang masyarakat sebagai lingkungan pendidikan yang relatif aman dan nyaman bagi anak.

“Berdasarkan survei yang ada, masyarakat melihat madrasah dan pondok pesantren sebagai lingkungan yang relatif aman dan nyaman. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jaga dengan penguatan sistem dan pengawasan,” kata Nasaruddin.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menyepakati penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga melalui kerangka “Program Bersama 9 K/L” untuk merespons meningkatnya tantangan kesehatan mental anak dan remaja.

Baca Juga: Menag Soroti Pasal Aliran Sesat di KUHAP, Minta Definisi dan Kriteria Diperjelas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pertamina Pastikan Kapal Minyak di Selat Hormuz Aman di Tengah Eskalasi Konflik
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Totalitas Jared Ali di Film Children of Heaven, Adegan Lari Bikin Cantengan
• 23 jam lalugrid.id
thumb
Perkuat Ekosistem Halal di Wilayah Perbatasan, BPJPH Bakal Bentuk UPT di Kalbar
• 2 menit lalukompas.com
thumb
Bahlil Jamin Harga BBM Subsidi Tidak Naik Hingga Idulfitri
• 1 jam laludisway.id
thumb
370 Nama Bayi Laki-Laki Inggris Huruf A-Z dan Artinya, Unik dan Keren!
• 9 jam lalutheasianparent.com
Berhasil disimpan.