Mitigasi Dampak Konflik AS-Iran, Kemendag Siapkan Diversifikasi Pasar Ekspor UMKM

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Terkini, pemerintah sedang memetakan diversifikasi pasar ke negara-negara yang minim terdampak blokade Selat Hormuz oleh Iran.

Mitigasi Dampak Konflik AS-Iran, Kemendag Siapkan Diversifikasi Pasar Ekspor UMKM. (Foto Rohman/IMG)

IDXChannel - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan, kini tengah menyiapkan upaya mitigasi bisnis UMKM, seiring neraca ekspor yang berpotensi besar berdampak akibat konflik antara Israel-Amerika Serikat (AS) dan Iran. Terkini, pemerintah sedang memetakan diversifikasi pasar ke negara-negara yang minim terdampak blokade Selat Hormuz oleh Iran.

"Yang kita lakukan adalah terutama untuk UMKM kita. Kenapa? UMKM itu sebenarnya lebih mudah. UMKM itu kan kebanyakan dia ekspor baru sehingga jangka pendek mana pasar-pasar yang bisa dijalani," ujarnya saat ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga:
Ekspansi Ritel Modern Gerus PKL dan UMKM, Menkop Minta Paket Kebijakan Ekonomi 2015 Dikaji Ulang

Budi memastikan tensi konflik yang belum mereda sampai kini bakal berdampak pada neraca perdagangan, termasuk daya ekspor nasional ke negara-negara langganan, termasuk kawasan Eropa maupun Timur Tengah.

Atas dasar itu, Budi mengaku sedang memetakan peta perdagangan teranyar yang menyesuaikan geopolitik terkini. Dia akan memastikan negara tujuan mana saja yang siap menampung produk nasional.

Baca Juga:
Program Gentengisasi Dorong Produksi UMKM dan Buka Lapangan Kerja Baru

"Kami cari diversifikasi pasar yang enggak terdampak, ya yang enggak terdampak perang ini. Negara-negara yang belum terdampak kan masih banyak sebenernya yang secara langsung. Tapi kita juga harus jeli ya mempertimbangkan, kami (akan) survei bener apakah daerah itu memang tidak banyak terganggu," kata Budi.

Baca Juga:
Penyaluran Kredit Perbankan UMKM Capai 19,4 Persen

"Sudah memetakan mana negara-negara seperti Asia Tenggara, kemudian Afrika ya, kami masuki untuk mengisi kekosongan (pasar)," ujar dia.

Terkait pasar UMKM sendiri, Budi menitikberatkan nilai ekonomi dari sektor ini. Sejauh ini Kemendag melakukan business matching pelaku UMKM yang berdaya bisnis ekspor, dan nilainya sepanjang Januari-November 2025 mencapai USD134,40 juta. Nilai transaksi tersebut itu terdiri dari purchase order (PO) USD57,45 juta dan potensi transaksi USD76,95 juta.

Baca Juga:
Bukan Pembiayaan, Barang Impor China Disebut Jadi Penghambat Kemajuan UMKM

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tiket FIFA Series 2026 di GBK Sudah Bisa Diakses via Kita Garuda, Ini Harga dan Cara Beli!
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
30 WNI yang Tertahan di Abu Dhabi Berhasil Dipulangkan Lewat Penerbangan Repatriasi
• 22 jam lalumatamata.com
thumb
BGN Minta Kepala Daerah Awasi Menu MBG: Cek Dapur SPPG, Gizinya Benar atau Tidak
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Mengapa Israel Suka Menyerang Musuh di Ramadan? Kebetulan Apa Taktik?
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Hari Ini Diramal Bergerak Terbatas, Cermati Saham TAPG, PSKT hingga ESSA
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.