JAKARTA, KOMPAS.TV — Eskalasi konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran memunculkan pertanyaan mengenai peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Di tengah meningkatnya intensitas perang, sebagian publik menilai PBB tampak tidak berdaya atau bahkan lumpuh dalam merespons konflik yang terus meluas.
Namun pandangan tersebut tidak sepenuhnya disepakati oleh sejumlah pakar.
Pakar geopolitik dan keamanan nasional, Wibawanto Nugroho Widodo menilai peran PBB sebenarnya masih berjalan, meskipun tidak selalu terlihat secara terbuka di hadapan publik.
Baca Juga: Utusan Iran di PBB soal Serangan AS-Israel: Kami Mampu Mempertahankan Negara Kami
Menurutnya, saat ini masih berlangsung proses komunikasi diplomatik dan negosiasi di balik layar di antara negara-negara besar yang tergabung dalam Dewan Keamanan PBB.
“Saya tidak sepakat kalau dikatakan PBB lumpuh. Di PBB itu ada P5, di mana saat ini terjadi proses negosiasi dan komunikasi intelijen di balik layar,” kata Wibawanto dalam diskusi Kompas Petang, Kamis (5/3/2026).
Wibawanto menjelaskan, dinamika di PBB tidak bisa dilepaskan dari perpecahan di antara lima anggota tetap Dewan Keamanan atau yang dikenal sebagai P5.
Kelima negara tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan China.
Menurutnya, dalam konflik Iran saat ini, negara-negara tersebut berada dalam posisi yang berbeda sehingga membuat proses pengambilan keputusan di PBB menjadi lebih kompleks.
Kondisi tersebut membuat diplomasi internasional berlangsung dalam berbagai jalur komunikasi, termasuk melalui pertemuan tertutup dan negosiasi informal.
“Sebelum ada sesuatu yang diputus, saat ini terjadi engagement di balik layar di mana ada perlombaan antara bagaimana diplomasi itu menyelesaikan masalah, ini berlomba dengan kecepatan perang yang bisa sangat cepat intensitasnya dan juga melebar scope of geography-nya. Jadi tunggu aja PBB untuk memberikan statement,” ujarnya.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- peran PBB konflik Iran AS
- PBB perang Iran Amerika
- Dewan Keamanan PBB P5
- diplomasi konflik Timur Tengah
- Wibawanto Nugroho Widodo
- Agus Supriatna





