MUI dan Majelis Rasulullah Anggap BoP Tidak Efektif, Sarankan Indonesia Segera Keluar

liputan6.com
3 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhammad Cholil Nafis meminta agar Indonesia bisa keluar dari Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Hal ini disampaikan saat Cholil memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).

"Saya kira soal BoP juga sama, kita minta ini tidak efektif ya keluar saja. Kemudian bagaimana bisa berperan Indonesia itu untuk masing-masing menghargai terhadap kedaulatannya masing-masing," kata Cholil Nafis kepada wartawan.

Advertisement

Menurutnya, jika perang yang terjadi di Timur Tengah terus berlangsung, maka akan ada kerugian.

"Kemudian kita berharap juga ini bisa menciptakan perdamaian dengan memaksimalkan peran PBB, dan oleh karena itu karena semua akan rugi kalau ini perang terus berlangsung," ujarnya.

Dia menegaskan, tidak akan efektif jika Indonesia masih berada di dalam BoP.

"Kalau kita nanti lihat seperti apa (laporannya?) pak presiden. Jadi kalau kita kan melihatnya tidak efektif di BoP itu," tegasnya.

"Karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran baik track record maupun sekarang yang memihak pada perdamaian," sambungnya.

Kemudian, terkait dengan keberadaan negara lainnya yang berada di BoP. Hal itu tidak ia pikirkan dan merupakan urusan negara masing-masing.

"Ya kalau mereka kan urusan mereka di BoP, yang kita pikirkan sekarang bagaimana bisa menghentikan perang. Karena mungkin Iran enggak mau berhenti sebelum membalas, sementara Amerika dan juga Israel juga akan perlawanan," ungkapnya.

Permintaan yang sama juga disampaikan Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah Pusat Nabiel Al Musawa. Dia mengatakan akan memberikan masukan terkait dengan situasi saat ini termasuk BoP.

"Beliau (presiden) juga ingin mendengar masukan terkait perkembagan terkini, terkait BoP, mungkin masalah Iran dengan Amerika. Banyak hal," kata Nabiel kepada wartawan di lokasi.

Kemudian, terkait dengan keberadaan Indonesia dalam BoP bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ia ingin agar Prabowo meninjau ulang kembali.

"Kalau menurut kami keberadaan BoP kurang efektif. Jadi mungkin presiden perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus," tegasnya.

Ia mengungkapkan, bakal memberikan masukan kepada presiden jika memang diberikan kesempatan saat acara tersebut.

"Iya mudah-mudahan kalau diberi kesempatan," pungkasnya.

Reporter: Merdeka.com/Nur Habibie


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penampakan Tumpukan Uang Rp 58,1 Miliar Hasil Judol, Akan Disetor ke Negara
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Rizky Billar & Lesti Kejora Dapat Peringatan untuk Tak Tambah Momongan, Ini Alasannya
• 3 jam lalucumicumi.com
thumb
Jelang Vonis 2 Tahun Penjara, Delpedro Marhaen Beri 'Orasi Terakhir' di Aksi Kamisan
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Sumber keamanan Iran bantah laporan serangan Kurdi terhadap Iran
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Ramai Takjil di Jalan Pakuan Bogor, Warga Minta PKL Ditata
• 3 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.