Presiden Prabowo Minta Perguruan Tinggi Percepat Riset PLTS dan Kendaraan Listrik untuk Kurangi Ketergantungan BBM

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi mendukung percepatan pengembangan pembangkit listrik tenaga surya serta konversi kendaraan menuju kendaraan listrik melalui riset, kajian ilmiah, dan hasil penelitian.

Permintaan tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Rapat tersebut turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Brian mengatakan, "Jadi kami dari perguruan tinggi, riset-riset, hasil-hasil penelitian, dan juga kajian-kajian itu diminta mendukung percepatan solar cell ya, PLTS".

Ia menjelaskan perguruan tinggi diminta berperan melalui riset dan kajian ilmiah untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan dan energi bersih.

Fokus utama percepatan tersebut adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga surya sebagai alternatif pengganti pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang dinilai masih mahal.

Koordinasi percepatan pengembangan PLTS berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sementara perguruan tinggi bertugas memberikan dukungan kajian serta penelitian ilmiah.

Percepat Konversi Kendaraan Listrik

Selain pengembangan energi surya, Presiden juga mendorong percepatan konversi kendaraan menuju kendaraan listrik untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Brian menyampaikan, "Yang kedua juga adalah bagaimana mempercepat konversi menjadi electric vehicle ya, kendaraan listrik. Kenapa? Karena kedua hal tadi, pembangkit yang masih diesel maupun kendaraan listrik itu kan masih tergantung pada BBM ya".

Pemerintah menilai penggunaan pembangkit listrik diesel dan kendaraan berbasis BBM masih sangat bergantung pada pasokan bahan bakar minyak.

Harga BBM yang tinggi dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap kondisi perekonomian nasional.

Brian mengatakan, "Jadi Pak Presiden meminta agar tadi beberapa menteri yang terkait untuk mempercepat pelaksanaan ini, sehingga ketergantungan kita terhadap impor, ketergantungan kita terhadap harga yang mungkin cepat berubah itu bisa dikurangi".

Pemerintah Bentuk Satgas Transisi Energi

Presiden juga meminta percepatan penggunaan kompor listrik sebagai pengganti kompor berbahan bakar LPG untuk mengurangi ketergantungan terhadap LPG serta menekan beban subsidi energi pemerintah.

Brian menyampaikan, "Kita diminta mempercepat juga bagaimana kompor listrik itu bisa menggantikan kompor dari LPG, sehingga nanti ketika harga LPG naik, ketergantungan kita terhadap LPG, subsidi kita, beban subsidi LPG, listrik itu intinya harus kita kurangi, sehingga BBM kita lebih stabil".

Ia menegaskan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan mempercepat berbagai kajian dan penelitian terkait PLTS, kendaraan listrik, serta penggunaan kompor listrik.

Brian mengatakan, "Kementerian Diktisaintek sifatnya kita mendukung hasil-hasil kajian, kita percepat, kajian-kajian, penelitian-penelitian terkait tiga hal tadi, itu kita akan dikoordinasikan oleh Bapak Menteri ESDM".

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan membentuk satuan tugas transisi energi untuk mempercepat implementasi berbagai program energi nasional.

Salah satu fokus utama satgas tersebut adalah percepatan konversi sepeda motor konvensional menjadi motor listrik.

Pemerintah mencatat jumlah sepeda motor konvensional di Indonesia mencapai sekitar 120 juta unit.

Bahlil mengatakan, "Bapak Presiden membentuk tim Satgas untuk bisa melakukan percepatan ini. Dan tadi kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat".

Presiden menargetkan implementasi program transisi energi tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun.

Pemerintah juga berharap realisasi program tersebut dapat dilakukan lebih cepat dari target waktu tersebut.

Satgas transisi energi juga bertugas memastikan program pengembangan energi terbarukan berjalan cepat dengan salah satu target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya hingga mencapai kapasitas 100 gigawatt.

Bahlil menambahkan percepatan transisi energi tidak hanya bertujuan meningkatkan penggunaan energi bersih tetapi juga meningkatkan efisiensi anggaran negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NU dan NKRI: Menjaga Kalimatun Sawa di Tengah Kepungan Algoritma dan Pragmatisme
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Masuk Pertengahan Ramadhan, Apakah Wajib Baca Doa Qunut saat Witir?
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Liga Inggris: Man United Ditekuk 10 Pemain Newcastle, Arsenal Hajar Brighton
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Muzani Sebut Indonesia Bisa Kapan Saja Keluar BoP, Tapi Ini Syaratnya
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
INACA Prediksi Penumpang Pesawat Domestik Terdongkrak 5% saat Libur Lebaran
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.