Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mempercepat perbaikan sejumlah ruas jalan khususnya pada jalur lintasan mudik untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat dilintasi pengendara pada musim arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
"Saya sudah instruksikan Bina Marga untuk mempercepat penanganan jalan rusak, terutama jalur lintasan mudik yang berlubang maupun mengalami kerusakan," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Kamis.
Ia mengatakan perbaikan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah menjelang Lebaran karena volume kendaraan dipastikan meningkat seiring mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke sejumlah daerah tujuan.
"Target sebelum arus mudik berlangsung semua sudah selesai. Bahkan kalau bisa sebelum akhir pekan depan sudah tuntas diperbaiki," katanya.
Asep mengaku titik kerusakan jalan relatif banyak berdasarkan hasil identifikasi pada sejumlah ruas yang menjadi prioritas penanganan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas saat periode arus mudik hingga arus balik Lebaran mendatang.
Sebanyak 37 titik jalan berlubang teridentifikasi di jalur mudik wilayah Kabupaten Bekasi berdasarkan pendataan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Bekasi. Belum termasuk kerusakan yang ditemukan pada Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Banyak titik, terutama yang berlubang. Semua harus kita perbaiki agar masyarakat yang melintas lebih aman. Sebagian ruas juga berstatus jalan nasional dan provinsi sehingga perlu koordinasi. Kami sudah usulkan perbaikan sepanjang sekitar 33 kilometer," ujar dia.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah mengalokasikan pembiayaan khusus untuk penanganan infrastruktur jalan pada lintasan mudik lewat skema pergeseran anggaran meski hanya bersifat perbaikan sementara melalui pekerjaan penambalan.
"Untuk pergeseran anggaran sementara kita tambal-tambal dulu, sekitar Rp1 sampai Rp2 miliar karena sifatnya penanganan cepat," ujar Asep.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan pergeseran anggaran telah disetujui dan pelaksanaan pekerjaan fisik mulai dilakukan setelah keputusan resmi turun dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Sejumlah titik perbaikan mengalami penyesuaian karena lokasi kerusakan di lapangan berbeda dari rencana awal tahun anggaran. Pada Jalur Pantura, penanganan bersifat sementara mengingat status kewenangan berada di pemerintah pusat. Begitu pula untuk Ruas Jalan Ma'mun Nawawi yang menjadi kewenangan provinsi," katanya.
Selain dua jalur tersebut, perbaikan juga dilakukan untuk ruas pendukung seperti Jalan Pilar-Sukatani dan kawasan Tambun Selatan yang terhubung dengan jalan negara serta Kalimalang. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik di Kabupaten Bekasi.
"Fokus prioritas kami di Ruas Jalan Kalimalang yang menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun Jalan Negara dari batas Kota Bekasi hingga Karawang. Perbaikan dua jalur krusial lintasan mudik itu terus dikebut agar bisa dilalui pemudik dengan target tuntas pada H-10 Lebaran," katanya.
"Saya sudah instruksikan Bina Marga untuk mempercepat penanganan jalan rusak, terutama jalur lintasan mudik yang berlubang maupun mengalami kerusakan," kata Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja di Cikarang, Kamis.
Ia mengatakan perbaikan jalan menjadi prioritas pemerintah daerah menjelang Lebaran karena volume kendaraan dipastikan meningkat seiring mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke sejumlah daerah tujuan.
"Target sebelum arus mudik berlangsung semua sudah selesai. Bahkan kalau bisa sebelum akhir pekan depan sudah tuntas diperbaiki," katanya.
Asep mengaku titik kerusakan jalan relatif banyak berdasarkan hasil identifikasi pada sejumlah ruas yang menjadi prioritas penanganan agar tidak mengganggu kelancaran arus lalu lintas saat periode arus mudik hingga arus balik Lebaran mendatang.
Sebanyak 37 titik jalan berlubang teridentifikasi di jalur mudik wilayah Kabupaten Bekasi berdasarkan pendataan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Bekasi. Belum termasuk kerusakan yang ditemukan pada Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
"Banyak titik, terutama yang berlubang. Semua harus kita perbaiki agar masyarakat yang melintas lebih aman. Sebagian ruas juga berstatus jalan nasional dan provinsi sehingga perlu koordinasi. Kami sudah usulkan perbaikan sepanjang sekitar 33 kilometer," ujar dia.
Pemerintah Kabupaten Bekasi juga telah mengalokasikan pembiayaan khusus untuk penanganan infrastruktur jalan pada lintasan mudik lewat skema pergeseran anggaran meski hanya bersifat perbaikan sementara melalui pekerjaan penambalan.
"Untuk pergeseran anggaran sementara kita tambal-tambal dulu, sekitar Rp1 sampai Rp2 miliar karena sifatnya penanganan cepat," ujar Asep.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan pergeseran anggaran telah disetujui dan pelaksanaan pekerjaan fisik mulai dilakukan setelah keputusan resmi turun dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
"Sejumlah titik perbaikan mengalami penyesuaian karena lokasi kerusakan di lapangan berbeda dari rencana awal tahun anggaran. Pada Jalur Pantura, penanganan bersifat sementara mengingat status kewenangan berada di pemerintah pusat. Begitu pula untuk Ruas Jalan Ma'mun Nawawi yang menjadi kewenangan provinsi," katanya.
Selain dua jalur tersebut, perbaikan juga dilakukan untuk ruas pendukung seperti Jalan Pilar-Sukatani dan kawasan Tambun Selatan yang terhubung dengan jalan negara serta Kalimalang. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus mudik di Kabupaten Bekasi.
"Fokus prioritas kami di Ruas Jalan Kalimalang yang menjadi kewenangan pemerintah daerah maupun Jalan Negara dari batas Kota Bekasi hingga Karawang. Perbaikan dua jalur krusial lintasan mudik itu terus dikebut agar bisa dilalui pemudik dengan target tuntas pada H-10 Lebaran," katanya.





