JAKARTA, KOMPAS.com - Tokoh Islam memberikan komentari terhadap langkah Presiden RI Prabowo Subianto yang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
“Tepat sekali kemarin Presiden sudah menyampaikan turut berduka kepada seluruh rakyat Iran," kata Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menjelang acara buka puasa bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Baca juga: Prabowo Kirim Surat Belasungkawa Wafatnya Ayatollah Ali Khamenei
Sebagai informasi, Ali Khamenei tewas di kediamannya di Teheran karena serangan yang diluncurkan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026).
Menurut Jimly, Indonesia sebagai salah satu negara mayoritas Muslim harus memberikan sikap dan menunjukan rasa solidaritas.
Jimly menambahkan Indonesia juga harus memainkan peran lebih strategis dalam menjembatani konflik dan ketegangan di antara negara-negara Islam.
"Jadi, saya rasa kita sebagai negeri muslim terbesar, yang menganut Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, ini tidak bisa terima dengan pembunuhan biadab,” ujar Jimly.
Baca juga: Dubes Iran Terima Surat Belasungkawa Prabowo atas Wafatnya Khamenei
Kata Ketum PBNU Yahya StaqufSenada dengan Jimly, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan bahwa ungkapan belasungkawa oleh Prabowo merupakan sikap yang wajar dan manusiawi.
Di sisi lain, menurutnya, perlu juga ada upaya nyata dari berbagai pihak untuk menghentikan kekerasan dan konflik bersenjata yang terus berlangsung.
“Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai. Berhenti perang, damai sekarang. Tidak ada alternatif lain. Karena kalau tidak begitu, tidak ada yang selamat. Kekerasaan ini harus dihentikan dengan cara apapun,” kata Gus Yahya.
Baca juga: Gus Yahya Minta Maaf dan Ungkap Kronologi Aktivis NU Bertemu Presiden Israel
Yahya juga menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai forum dan mekanisme kerja sama internasional yang dimiliki Indonesia untuk mendorong upaya perdamaian, termasuk Board of Peace (BoP).
Dia mengajak keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian bisa menjadi suatu jalan untuk perdamaian.
“Lihat, kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu. Apapun yang sudah ada di tangan, mari kita gunakan. Kalau kita butuh menggali lubang, tidak ada sekop, kita gali pakai sendok,” imbuhnya.
Prabowo sampaikan dukacita meninggalnya KhameneiSebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan surat belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Surat itu diberikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, pada Rabu (4/3/2026) kemarin.
"Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran," kata Sugiono dalam unggahannya akun X, @Menlu_RI pada Rabu kemarin.
Dalam pertemuan dengan Dubes Boroujerdi, Sugiono mengatakan keduanya banyak membahas soal situasi di Timur Tengah.
Selain itu, Sugiono juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Saya menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi," kata Sugiono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




