BOGOR, KOMPAS.com – Seorang saksi mata kebakaran di Kelurahan Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor, M. Ilyas, menceritakan detik-detik warga berupaya menolong korban yang terbakar saat peristiwa tersebut terjadi, Kamis (5/3/2026) malam.
Ilyas mengatakan, ia pertama kali mengetahui kebakaran saat hendak berangkat menunaikan salat tarawih. Saat itu, ia mendengar suara ledakan dari dalam sebuah rumah kontrakan di lokasi kejadian.
Menyadari adanya kebakaran, Ilyas bersama warga sekitar langsung mendatangi sumber suara dan melihat api sudah membesar.
Baca juga: Kebakaran Kontrakan di Bogor Tengah, Balita 1 Tahun Tewas
Warga kemudian berusaha memadamkan api dengan mendobrak pintu kontrakan agar dapat menolong penghuni di dalamnya.
Setelah pintu berhasil dibuka, mereka melihat seorang perempuan dalam kondisi tubuh terbakar berusaha keluar dari bangunan.
"Saya kasian tragis banget gitu. Sudah kebakar nyala, akhirnya disiram lah sama warga," kata Ilyas kepada wartawan di Bogor Tengah, Kamis (5/3/2026) malam.
Ilyas mengaku tidak mengetahui bahwa di dalam kontrakan tersebut terdapat seorang bayi berinisial Z. Saat itu, ia dan warga lain lebih fokus memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
"Justru enggak tahu, tahunya pas udah didobrak itu ternyata ada seorang ibu sudah terbakar, sudah nyala akhirnya dipadamkan dan kita enggak tahu ada bayi," lanjut dia.
Ia baru mengetahui keberadaan bayi setelah diberi tahu oleh Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.
Menurut Ilyas, bayi tersebut diduga berada di ruangan paling dalam kontrakan saat kebakaran terjadi. Sementara, kompor yang diduga menjadi sumber api berada di bagian depan bangunan.
"Di ruang paling dalam, mungkin dia masaknya di ruang paling depan ya kompornya gitu, karena bayinya ada di kamar," ucao dia.
Baca juga: Dalam 3 Hari, Dua Bayi Dibuang di Jakarta Selatan
Balita tewas dalam kebakaranSebelumnya diberitakan, seorang anak berusia satu tahun berinisial Z meninggal dunia dalam kebakaran yang melanda sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis (5/3/2026) malam.
Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut menjelang waktu salat tarawih.
Ia menyebutkan, terdapat tiga korban dalam peristiwa tersebut yang berasal dari satu keluarga.
"Kemudian korban ada tiga, satu itu umur 1 tahun atas nama Z, kemudian 2 lagi luka-luka sekarang semuanya lagi di Rumah Sakit PMI," ungkap Waluyo kepada wartawan di Bogor Tengah, Kamis malam.
Berdasarkan hasil identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga kebakaran bermula dari kompor yang sedang digunakan untuk memasak.
Api diduga membesar setelah penghuni rumah tertidur saat memasak sehingga kompor masih menyala.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




