Cegah Masalah Kesehatan Jiwa Anak, Mendikdasmen Perkuat Peran Guru dan Budaya Sekolah

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti menegaskan pentingnya penguatan peran guru serta pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai langkah pencegahan masalah kesehatan jiwa anak.

Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti usai mengikuti rapat sinkronisasi koordinasi dan pengendalian pencegahan serta penanganan masalah kesehatan jiwa anak sekaligus penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) oleh sembilan kementerian dan lembaga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Menurut Abdul Mu’ti, pihaknya telah menerbitkan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang pembangunan budaya sekolah yang aman dan nyaman. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem dan ekosistem pendidikan yang mendukung kesehatan mental peserta didik.

"Sekolah harus kita bangun menjadi rumah kedua bagi anak-anak yang bebas dari segala macam bentuk kekerasan," ujar Abdul Mu’ti, Kamis, 5 Maret 2026.

Selain menciptakan lingkungan sekolah yang aman, Kemendikdasmen juga mendorong penguatan relasi sosial di lingkungan pendidikan. Hal ini mencakup hubungan antara guru dan murid, murid dengan murid, serta keterlibatan orang tua dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

Abdul Mu’ti menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam kebijakan tersebut bersifat preventif dan promotif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat peran guru bimbingan konseling (BK) serta meningkatkan kepedulian seluruh guru terhadap kondisi siswa.

Ia menegaskan bahwa tugas pendampingan siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab guru BK, tetapi juga seluruh guru di sekolah.

"Kami sudah menerbitkan panduan 7 jurus BK hebat dan pelatihan kebekaan bagi guru. Semua guru memiliki tugas sebagai guru wali yang mendampingi, memfasilitasi, dan menjadi tempat bagi siswa untuk menyampaikan berbagai persoalan," jelasnya.

Selain itu, Kemendikdasmen juga memperkuat kegiatan pendidikan karakter melalui pendidikan pramuka dan kepanduan serta berbagai kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang aktualisasi yang lebih luas bagi peserta didik, baik melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler, sekaligus memastikan anak-anak mendapatkan perhatian dan dukungan yang optimal dari guru maupun teman sebaya di lingkungan sekolah.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bayi Perempuan Ditinggalkan di Pasar Minggu, Ada Surat Permintaan Tolong Sang Kakak
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Kebakaran di Tegallega Bogor, Balita 1 Tahun Meninggal
• 53 menit lalumetrotvnews.com
thumb
China Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4,5-5 Persen pada 2026
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Gunakan Drone, Iran Serang Pasukan AS di Kuwait
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Analis Desak Indonesia Kembali ke PBB dan Tinggalkan BoP: Board of Peace Enggak Ada Harapan
• 13 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.