JAKARTA, KOMPAS - Bayi perempuan diperkirakan berusia dua hari ditinggalkan di sebuah gerobak di kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Bersama bayi itu, ditemukan secarik kertas berisi tulisan tangan dari orang yang mengaku sang kakak.
Pihak Kepolisian Sektor Pasar Minggu masih menelusuri asal usul bayi tersebut. Apalagi, tulisan tangan pada surat yang ditemukan bersama bayi tersebut menyebutkan bahwa ibu si bayi meninggal saat melahirkannya.
Saat itu, Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB, Dinda (20) sedang berada di lantai dua rumahnya ketika mendengar tangisan bayi. Tangisan ini tak kunjung berhenti sehingga ia mencarinya. Suara terdengar dari gerobak nasi uduk di depan rumahnya.
Dinda kemudian melihat kantong belanja. Di dalamnya ada bayi perempuan. Posisinya miring, mengenakan pakaian motif boneka, dan diselimuti.
Ia lantas memberitahukan hal itu kepada Marlinah (49), ibunya. Marlinah lalu membawa bayi perempuan beserta kantong belanja ke dalam rumah.
Selain berisi bayi, ada susu bayi 0-6 bulan, tisu basah, sarung tangan bayi, dan secarik kertas dalam kantong belanja. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada Ketua RT 10 RW 02 Pulung Purwanto hingga sampai ke Polsek Pasar Minggu.
"Masih kami telusuri siapa yang menelantarkan bayi ini. CCTV (kamera pemantau) di lokasi terbatas, kami juga mengecek ke seluruh lingkungan sekitar," ujar Kapolsek Pasar Minggu Komisaris Anggiat Sinambela ketika dihubungi, Kamis (5/3/2026).
Bayi perempuan itu diperkirakan berusia dua hari berdasarkan tulisan tangan dalam secarik kertas. Pesan ditulis oleh Zidan (12), orang yang mengaku sang kakak.
Dalam kertas tersebut, Zidan menulis permintaan tolong untuk merawat adiknya. Ibu mereka meninggal dunia saat melahirkan.
Ia sekali lagi meminta tolong untuk menganggap adiknya seperti anak sendiri. Zidan tidak akan menemukan atau mengunjunginya adiknya lagi sebab ia tidak mau masa depan adiknya seperti dia.
Pada akhir pesan itu, Zidan menuliskan usianya 12 tahun. Sementara adiknya lahir pada 2 Maret 2026. Ia diberi nama Ameera Ramadhani.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/3), sudah terinfo perihal bayi perempuan ditelantarkan. Ia mengatakan bayi itu akan diurus dengan baik.
"Mudah-mudahan anak (bayi) ini tidak salah datang. Pasti akan ditanggulangi (diurus), minimal dinas sosial akan turun langsung," ucap Rano. Dinas Sosial Jakarta, tambah Rano, juga akan mengusut asal usul bayi perempuan tersebut.





