Kisah Toleransi di Balik 1000 Lontong Cap Go Meh Banjarmasin

tvrinews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Hesti D. Ameliasari

TVRINews, Kalsel

Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Soetji Nurani, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, diwarnai pembagian seribu porsi lontong Cap Go Meh kepada masyarakat. Tradisi kuliner ini bukan sekadar hidangan khas, tetapi juga menjadi simbol toleransi dan kebersamaan warga dari beragam latar belakang.

Di tengah kesibukan persiapan, tampak Maisarah mengenakan hijab dan membantu melayani para tamu. Perempuan keturunan Tionghoa yang telah memeluk Islam selama tiga puluh tahun itu sengaja datang untuk membantu kelancaran perayaan.

Bagi Maisarah, yang juga seorang warga Tionghoa Muslim mengatakan kehadirannya menjadi bentuk menjaga silaturahmi dengan kerabat di klenteng sekaligus menunjukkan sikap saling menghargai antarumat beragama.

“Papahkan dulu Konghucu, ibadahnya dulu di sini juga. Terus kita kan jadi muslim. Walaupun kita muslim, tapi kita boleh sjaa masuk ke sini tapi tidak megikuti ibadahnya. Popoknya kita saling toleransi aja. Saya disini bantu-bantu sebagai karyawan. Membantunya seperti cuci piring, melayani tamu,” jelas Maisarh, Kamis, 5 Maret 2026.

Dalam perayaan tahun ini, Maisarah bersama pengurus klenteng menyiapkan sedikitnya seribu porsi lontong Cap Go Meh untuk masyarakat dan jemaat. Hidangan tersebut memiliki makna simbolis. Bentuk lontong yang panjang melambangkan doa panjang umur, sedangkan kuah santan berwarna kuning keemasan menggambarkan harapan akan kemakmuran.

Wakil Ketua Pengurus Klenteng Soetji Nurani, Djohan Jawonoe, menjelaskan filosofi hidangan tersebut.

Selanjutnya, Djohan Jawonoe, Wakil Ketua Pengurus Klenteng Soetji Nurani, memaparkan “ Kami menghidangkan makanan lontong Cap Go Meh karena lontong itu filosofinya merupakan simbolis yang mewakili daripada orang Tionghoa yaitu panjang rezekinya, padat kekeluargaannya dan kuah kuningnya melambangkan keagungan dan kedewasaan. Jad, setiap makanan dan sesajian yang di meja altar selalu ada filosofinya,” ujarnya pada Selasa, 3 Maret 2026.

Seribu porsi lontong Cap Go Meh tersebut ludes dinikmati warga dari berbagai etnis yang datang ke klenteng. Tradisi berbagi hidangan ini sekaligus menutup rangkaian perayaan Imlek di Kota Banjarmasin.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Madrid Patut Waspadai Celta yang Sedang Panas
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
MKMK Jadwalkan Putusan Dugaan Pelanggaran Etik Hakim Konstitusi Adies Kadir
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Belum Tentu di JIS, Persija Pertimbangkan Berkandang di Stadion Patriot Bekasi untuk Jamu Dewa United, Begini Penyebabnya
• 14 jam lalubola.com
thumb
Ketika Mantan PETI Bersama-sama Membangun Pongkor
• 13 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Belajar Bekerja dan Berbagi di Ramadan, PNM Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Jadi Pemberdaya UMKM
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.