jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Presiden Prabowo Subianto mengundang ulama, Ketua Umum Organisasi Masyaralat (Ormas) Islam, hingga pimpinan pondok pesantren ke Istana Negara, pada Kamis (5/3).
Pantauan JPNN.com di lokasi, para pimpinan ormas Islam mulai berdatangan sejak pukul 16.30 WIB.
BACA JUGA: Syahganda Luncurkan Buku Menggugat Republik, Yakin Prabowo Mampu Hadapi Situasi Krisis
Dalam undangannya, Prabowo menggelar buka puasa bersama dengan sekitar 170 perwakilan ormas Islam itu.
Ketua Dewan Pembina Majelis Rasulullah SAW Pusat Habib Nabiel Al Musawa mengatakan bahwa mereka juga akan membahas sejumlah isu bersama Prabowo.
BACA JUGA: Prabowo Sampaikan Surat Dukacita atas Wafatnya Pemimpin Iran Ayatollah Ali Khamenei
“Beliau juga ingin mendengar masukan terkait perkembagan terkini, terkait BoP, mungkin masalah Iran dengn Amerika. Banyak hal,” ucap Habib Nabiel di Istana Negara.
Habib menegaskan bahwa keberadaan Indonesia di Board of Peace sebenarnya kurang efektif.
BACA JUGA: Pesan Khusus Prabowo untuk Rakyat Indonesia
“Jadi, mungkin presiden perlu meninjau ulang, kalau bisa mengundurkan diri lebih bagus,” kata dia.
Sementara itu, Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menuturkan sebagai negara Islam, Indonesia turut berduka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Menurut dia, negara Islam harus turut marah dengan penyerangan yang didapat dari Israel-Amerika Serikat yang menewaskan pemimpinnya itu.
“Jadi, sangat tepat terlepas di soal, ya kan, hubungan kita antara aliran agama atau hubungan dengan Amerika. Ini masalah kemanusiaan yang adil dan beradab,” tuturnya. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Nasky Putra Tandjung Rilis Buku Polri Presisi, Bedah Rekam Jejak Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




