Pengakuan Mencenangkan Militer AS Tak Kuat Lawan Iran, Bahkan Singgung Alat Mematikan Milik Iran

tvonenews.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Baru-baru ini mencuat terkait pengakuan mencengangkan Militer AS, yang tidak kuat lawan Iran. Sontak, pengakuan itu menyedot perhatian publik. 

Dilansir dari berbagai sumber, bahwa pejabat tinggi militer Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan serius kepada para anggota parlemen dalam sebuah pengarahan tertutup pada Selasa waktu setempat. 

Militer AS menyatakan kemungkinan besar mereka tidak akan mampu menembak jatuh setiap drone Iran yang diluncurkan ke instalasi dan aset militer AS dalam serangan balasan.

Bahkan berdasarkan laporan dua orang yang mengetahui masalah tersebut, para pejabat yang dipimpin oleh Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa Iran telah mengerahkan ribuan drone serang sekali jalan. 

Meskipun militer AS memiliki kapasitas untuk menjatuhkan sebagian besar drone tersebut, mereka mengakui tidak bisa menghalau seluruh rentetan serangan yang masuk.

Sebagai dampaknya, dalam pengarahan rahasia di Capitol Hill tersebut, para pejabat menyatakan bahwa fokus utama AS kini beralih pada penghancuran lokasi peluncuran drone dan rudal konvensional secepat mungkin. 

Informasi ini disampaikan oleh sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena membahas detail yang sangat sensitif.

Iran diketahui meluncurkan drone Shahed sekali jalan yang berbiaya rendah sebagai bentuk pembalasan terhadap serangan AS. 

Dengan terbang rendah dan lambat, drone-drone ini dinilai lebih mampu menghindari sistem pertahanan udara konvensional dibandingkan dengan rudal balistik.

Seorang pejabat senior pemerintahan menyatakan bahwa strategi drone Iran yang tampak ingin memaksa AS mengorbankan pencegat Patriot dan Thaad yang canggih adalah langkah yang salah dan tidak berhasil. 

Hal ini dikarenakan AS telah menjatuhkan drone-drone tersebut dengan berbagai metode pengukuran yang berbeda.

Walaupun demikian, sejumlah petinggi Demokrat di Kongres tetap menyatakan kekhawatiran bahwa AS telah menghabiskan terlalu banyak stok pencegat untuk bertahan dari serangan rudal balistik Iran. 

Jenderal Caine mengakui kekhawatiran tersebut secara internal, walaupun di depan publik ia tetap menyatakan keyakinannya terhadap level stok persenjataan yang ada.

"Kami memiliki amunisi presisi yang cukup untuk tugas yang sedang dihadapi, baik untuk serangan maupun pertahanan," ucap Caine dalam konferensi pers di Pentagon pada Rabu pagi tanpa memberikan rincian spesifik dikutip The Guardian, Kamis (5/3/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas Saber Pangan Sulsel Awasi Gudang Distributor di Makassar dan Maros serta Pasar di Gowa
• 20 jam laluterkini.id
thumb
Nvidia, Apple, dan Amazon Protes Kemhan AS Blokir AI Anthropic
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Lesti Kejora Sudah Melahirkan Anak Ketiga, Rizky Billar Ungkap Sempat Khawatir karena Jarak Kehamilan Dekat​
• 2 jam lalugrid.id
thumb
BGN Pecat Oknum SPPG dengan Tidak Hormat Terduga Kasus Pencabulan Anak
• 4 jam laludisway.id
thumb
Indef: Gonjang-ganjing Tarif AS hingga Perang Israel-Iran Bisa Picu Harga Pangan Naik
• 9 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.