HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS–Lubang dan genangan jalan di Poros Pammanjengan, Moncongloe, kini tertangani sementara. Itu setelah warga mendapatkan sumbangan material.
Puluhan warga Pammanjengan, Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Maros secara serentak bekerja bakti tengah malam hingga dini hari, Kamis-Jumat, 5-6 Maret 2026.
Menggunakan peralatan seadanya, mereka bahu membahu menutup lubang jalan dan genangan di depan SPBU Moncongloe.
Dikoordinasi Kepala Desa Moncongloe Muh Iqbal, material pasir dengan campuran aspal minim, mereka sebar untuk menutup lubang menganga yang kerap memicu kemacetan parah di jalur yang menghubungkan Moncongloe (Maros)-Bumi Tamalanrea Permai (BTP) Makassar itu.
Gotong royong mereka mulai sekitar pukul 22.00 Wita, Kamis, 5 Maret 2026. Hingga pukul 03.00 Wita, Jumat, 6 Maret 2026, warga masih berjibaku meratakan material di atas jalan berlubang dan tergenang.
“Kerja bakti gabungan pemuda Pammanjengan dan warga Bumi Findaria Mas,” beber tokoh masyarakat Bumi Findaria Mas I (BFM I), Bado, saat ditemui di lokasi kerja bakti.
Warga prihatin dengan kondisi jalan yang kerap viral di media sosial lantaran selalu menjadi biang macet sepanjang hari di jalur padat itu. Poros Pammanjengan-BTP merupakan jalan provinsi.
Sayang, hingga kini, Pemprov Sulsel tak kunjung mengerjakan jalan rusak yang menjadi urat nadi akses urban itu. Kerusakan parah jalan juga dipicu oleh disfungsi drainase yang meluap sepanjang waktu, terutama di depan SPBU.
“Ada beberapa truk pasir dengan konsentrat aspal kami gunakan untuk menimbun,” tambah Andi Safril, warga BFM I yang juga turun ke lokasi bersama perangkat desa, warga setempat, dan perwakilan warga perumahan.
Material yang digunakan merupakan sumbangan dari pihak luar yang ikut prihatin atas “genangan abadi” di Poros Pammanjengan. Setidaknya, untuk sementara, lubang dalam dan genangan parah tertangani. Warga berharap kemacetan bisa sedikit terurai setelah swadaya ini. (*)





