Buntut Ramainya Kritikan soal Impor Mobil Pikap dari India, Dirut Agrinas Beberkan Fakta Mencengangkan

tvonenews.com
1 hari lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Buntut ramainya kritikan soal impor mobil pikap dari India, Dirut Agrinas beberkan fakta mencengangkan terkait rencana pengadaan puluhan ribu kendaraan dari India itu.

Sebelumnya, rencana itu menuai sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Di tengah kritik tersebut, PT Agrinas Pangan Nusantara menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pasokan kendaraan dari produsen lokal yang benar-benar berasal dari produksi dalam negeri.

Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa menyampaikan, bahwa kendaraan yang dipasok oleh merek lokal di Indonesia pada dasarnya juga bergantung pada komponen impor.

“Sejauh ini kan tidak ada lokal yang bisa suplai juga kan? Karena yang dari lokal di sini, merek-merek lokal di sini kan impor 100 persen juga, tapi dengan harga 4 (unit produksi lokal) untuk 7 (unit produksi impor),” jelas Joao saat dihubungi tvOnenews.com, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, perbandingan harga menjadi pertimbangan penting dalam pengadaan kendaraan untuk program tersebut. Ia menilai tidak ada perbedaan dampak ekonomi antara membeli kendaraan bermerek lokal dengan kendaraan impor secara langsung.

“Kan sama-sama impor gitu, efek ekonominya juga tidak ada gitu. Hanya cuma bedanya mereka pernah di sini, seolah-olah kayaknya mereka yang berhak saja gitu. Tapi kan saya beli merek lokal itu 4 (unit), saya dapat mobil India ini 7 (unit),” katanya.

Joao juga meluruskan informasi terkait jumlah kendaraan yang akan diadakan. Ia menegaskan bahwa jumlah mobil pikap yang akan didatangkan bukan 105.000 unit seperti yang sempat beredar.

“Mobil pick-up bukan (105.000 unit), hanya 70.000, 35.000 dari Tata Motors, 35.000 dari Mahindra Scorpio. 35.000-nya lagi truk roda enam,” ujarnya.

Untuk memastikan target produksi terpenuhi, Agrinas bahkan telah melakukan pembayaran uang muka kepada produsen kendaraan di India. Langkah itu diambil agar pabrikan menghentikan produksi untuk pesanan lain dan fokus memenuhi kebutuhan Agrinas.

“Kita, kita itu sudah bayar 30 persen yang saya bilang itu. Karena kan kita kan untuk menghentikan produksi lain mereka, dan supaya mereka bisa produksi hanya untuk kita karena mengejar target waktu itu,” kata Joao.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemenang Tender Proyek WtE Siap Diumumkan, Danantara Terapkan Seleksi Ketat
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Bagaimana Strategi Iran Membangun Industri Drone Tempur Meski Dikepung Sanksi Ba
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
Geger! Wanita di Tigaraksa Ajak Pak RT Saksikan Sang Suami Tewas usai Dihabisi
• 3 jam laludisway.id
thumb
Ini Dia Alasan Warga Beli Bra-Celana Dalam Bekas Impor di Pasar Senen
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemilik Toko Ditembak Mati
• 1 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.