Presiden Prabowo Ajak Ulama Bersatu Hadapi Gejolak Global

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto mengajak para tokoh ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam untuk bersatu menghadapi gejolak geopolitik global. Ajakan ini disampaikan dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (5/3), dari pukul 16.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Dalam pertemuan yang terbagi dua sesi ini, Presiden didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, dan Ketua MPR Ahmad Muzani. Diskusi intensif membahas kondisi geopolitik global dan situasi ekonomi nasional.

Hadir dalam sesi pertama, tiga tokoh utama yaitu Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, serta Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) K.H. Anwar Iskandar. Pada sesi kedua, diskusi dilanjutkan dengan pimpinan ormas Islam dan pimpinan pondok pesantren dari berbagai daerah.

Diskusi Geopolitik dan Ekonomi

Nusron mengungkapkan bahwa sekitar 86 pimpinan ormas Islam hadir dalam pertemuan tersebut. Di antara pimpinan pondok pesantren yang hadir adalah pimpinan Pondok Pesantren Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, pimpinan Pondok Pesantren Ploso K.H. Nurul Huda Jazuli, dan pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng K.H. Abdul Hakim Mahfudz.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam diskusi, Presiden Prabowo menjelaskan perkembangan geopolitik dan geoekonomi global, khususnya terkait konflik di Timur Tengah. Selain itu, ia juga memaparkan kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia serta langkah pemerintah dalam mengantisipasi dampak konflik global, termasuk potensi krisis pangan dan energi.

Kebijakan Perdagangan dan Diplomasi

Prabowo menjelaskan kebijakan perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, termasuk kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART). Kebijakan ini diambil untuk menjaga daya saing produk Indonesia di pasar Amerika Serikat dan menghindari potensi tarif tinggi terhadap ekspor Indonesia.

Dari pertemuan tersebut, para ulama dan pimpinan ormas Islam sepakat untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah serta mendukung upaya Presiden dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong perdamaian global. Nusron juga menyebutkan bahwa Presiden tengah mengupayakan langkah diplomasi untuk membantu meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk kemungkinan membuka jalur komunikasi dengan Iran. Langkah ini didukung oleh beberapa negara di Timur Tengah dan negara Islam lainnya, seperti Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gebyar Ramadan PT MIFA Bersaudara, Bertabur Kebaikan Pertegas Komitmen Bangun Aceh
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kepala BGN Akui Senang Masyarakat Viralkan Menu MBG, Tak Boleh Ada yang Larang!
• 16 jam lalubisnis.com
thumb
Kasus Dugaan Poliandri Menantu Firdha Razak Berlanjut, Polisi Segera Periksa Vina Luciana
• 3 jam lalugrid.id
thumb
Oscar Piastri yakin McLaren Mampu Kejar Ketertinggalan dari Rival Jelang Race Perdana F1 2026 pada Akhir Pekan Ini
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Emas Antam Turun, Kini 1 Gram Dibandrol Rp3,024 Juta
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.