Bisnis.com, BALIKPAPAN — Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud menemukan 50 titik kritis berupa longsor, potensi longsor, dan penurunan badan jalan pada tiga ruas jalan nasional di Kabupaten Kutai Timur, dalam kunjungan lapangan beberapa waktu silam.
Temuan ini mendorong gubernur memerintahkan penanganan segera kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) guna mencegah putusnya distribusi logistik masyarakat.
Dalam inspeksi tersebut, Rudy mendata kerusakan di ruas Sangatta-Simpang Perdau sepanjang 32 kilometer dengan 17 titik rusak, Simpang Perdau-Muara Lembak 13,10 kilometer dengan 11 titik bermasalah, serta Muara Lembak-Sangkulirang/Pelabuhan Ronggang sepanjang 52,14 kilometer yang memiliki 22 titik kritis.
"Jalur ambruk seperti ini tidak boleh dibiarkan. Harus segera diperbaiki. Jalur distribusi logistik kebutuhan masyarakat jangan sampai putus," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (5/3/2026).
Tidak tanggung-tanggung, Rudy berencana menyampaikan temuan ini secara langsung kepada Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam waktu dekat.
Langkah ini diambil mengingat ketiga ruas jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan pusat produksi dengan pasar, sekaligus menjadi akses penghubung utama bagi mobilisasi komoditas unggulan daerah.
Baca Juga
- Inflasi Kaltim Februari 2026 Terkendali walau Permintaan Tinggi jelang Lebaran
- Menanti Mesin Ekonomi Baru Kaltim, Bank Indonesia Pasang Target Pertumbuhan 5,3% pada 2026
"Keberadaannya menjadi kunci strategis bagi pertumbuhan investasi daerah, sekaligus memastikan rantai pasok pangan dan energi tetap bergerak efisien demi kesejahteraan masyarakat," papar Rudy.
Sementara itu, perhatian serius gubernur terhadap infrastruktur jalan bukanlah isapan jempol belaka.
Menurut data yang dihimpun oleh Dinas PUPR Kaltim, peningkatan kondisi jalan provinsi di bawah kepemimpinannya, yaitu dari 82,21% pada 2024 menjadi 85,83% pada 2025.
Adapun, pencapaian ini diiringi percepatan program rekonstruksi yang bertambah dari 68 kilometer di tahun 2024 menjadi 120 kilometer pada tahun berjalan.




