Anies Baswedan Minta Indonesia Segera Keluar dari Board of Peace Bentukan Trump: Bebas Aktif Bukan Asal Ikut di Semua Meja

tvonenews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Anies Baswedan menyampaikan pandangan tajam terkait posisi diplomatik Indonesia di kancah internasional. 

Hal itu disampaikan Anies dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Kamis (5/3).

Anies secara terbuka mengkritik keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, sebuah dewan perdamaian yang dibentuk dan dipimpin oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Anies mengingatkan kembali jati diri Indonesia sebagai negara yang lahir dari penolakan terhadap penjajahan. 

Ia menekankan bahwa mandat konstitusi UUD 1945 adalah untuk menciptakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Sebagai pelopor Konferensi Asia-Afrika dan gerakan non-blok, kita mewarisi reputasi sebagai suara dunia ke-3 yang berani mengingatkan negara-negara besar agar tunduk pada hukum internasional," ujar Anies.

Kritik utama Anies tertuju pada inkonsistensi Board of Peace. Ia menyoroti tindakan Donald Trump yang baru-baru ini memerintahkan serangan militer ke Iran bersama Israel tanpa mandat PBB, di saat negosiasi sedang menunjukkan kemajuan.

"Bagaimana mungkin dewan perdamaian itu bisa tetap berjalan seolah tak terjadi apa-apa, ketika pelopornya sendiri melanggar hukum internasional di depan mata dunia?" ujar Anies.

Anies menegaskan bahwa prinsip politik luar negeri "Bebas Aktif" yang dianut Indonesia jangan sampai disalahartikan sebagai sikap yang tidak memiliki pendirian. 

Menurutnya, Indonesia harus berani memilih forum yang benar-benar sejalan dengan prinsip bangsa.

"Bebas aktif bukan berarti asal ikut di semua meja. Bebas aktif adalah kewajiban memilih meja yang selaras dengan prinsip kita, yaitu membela kedaulatan, menegakkan hukum internasional, dan membela korban penjajahan. Bukan malah memberi karpet merah pada pelakunya," tegasnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mendesak agar Indonesia segera mengambil sikap tegas dengan keluar dari keanggotaan dewan tersebut sebagai bentuk kesetiaan pada nurani bangsa.

"Maka kita bisa gunakan momentum serangan ke Iran ini untuk keluar dari Board of Peace dan menyatakan dengan tegas; maaf, Indonesia tidak bisa berada dalam forum perdamaian yang menutup mata pada pelanggaran hukum internasional oleh pendirinya sendiri," ujar Anies. (dpi)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Layanan Private Banking, Bank Mandiri Rilis Kartu Metal Eksklusif
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Donald Trump Puji Mentalitas Juara Messi: Anda Datang dan Menang!
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Diduga Rem Blong, Truk Kontainer Picu Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang
• 19 jam lalurctiplus.com
thumb
Penganiaya Pria Paruh Baya yang Diduga Curi Labu untuk Buka Puasa Jadi Tersangka
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Markas Badan Keamanan Iran Dibom, Pimpinan Tewas atau Bersembunyi 
• 3 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.