Jakarta (ANTARA) - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Jumat pagi ini dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak.
Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada pukul 04.01 WIB itu, dari arah puncak terpantau kolom abu setinggi sekitar 400 meter atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut.
Informasi erupsi segera dipublikasikan kepada masyarakat pada pukul 04.44 WIB melalui berbagai kanal milik Badan Geologi.
Dalam publikasi tersebut dilaporkan bahwa secara instrumental erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 7 detik.
Sebagaimana pengamatan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dari PVMBG Badan Geologi, abu vulkanik itu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur, yang sekaligus juga mengarah wilayah Besuk Kobokan atau jalur penghubung Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang.
"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Lana.
Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan
Badan Geologi melaporkan saat ini Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Badan Geologi juga mengingatkan warga agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Baca juga: Getaran banjir lahar Gunung Semeru tercatat hampir empat jam
Baca juga: Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 3.000 meter di atas puncak
Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada pukul 04.01 WIB itu, dari arah puncak terpantau kolom abu setinggi sekitar 400 meter atau sekitar 4.076 meter di atas permukaan laut.
Informasi erupsi segera dipublikasikan kepada masyarakat pada pukul 04.44 WIB melalui berbagai kanal milik Badan Geologi.
Dalam publikasi tersebut dilaporkan bahwa secara instrumental erupsi tersebut terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 7 detik.
Sebagaimana pengamatan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru dari PVMBG Badan Geologi, abu vulkanik itu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan mengarah ke timur, yang sekaligus juga mengarah wilayah Besuk Kobokan atau jalur penghubung Kabupaten Lumajang dengan Kabupaten Malang.
"Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat," kata Lana.
Baca juga: Aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa letusan
Badan Geologi melaporkan saat ini Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga sehingga masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Badan Geologi juga mengingatkan warga agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, terutama di kawasan Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai yang terhubung dengan Besuk Kobokan.
Baca juga: Getaran banjir lahar Gunung Semeru tercatat hampir empat jam
Baca juga: Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 3.000 meter di atas puncak





