Grid.ID - Inilah cara menentukan baju lebaran yang awet dan tetap stylish. Jangan sampai salah pilih.
Menentukan busana Lebaran bukan semata-mata soal tampil memikat di hari raya, melainkan juga mempertimbangkan kenyamanan serta kegunaan pakaian tersebut.
Masih banyak orang yang membeli pakaian khusus untuk Lebaran namun pada akhirnya hanya dikenakan sekali. Padahal, jika dipilih dengan cermat, busana Lebaran tetap bisa dimanfaatkan untuk berbagai acara lainnya.
E-Commerce Management Lead Klamby, I Dewa Ayu Ratih Utami, menyampaikan bahwa ada sejumlah hal yang patut diperhatikan agar pakaian Lebaran tidak hanya terlihat modis, tetapi juga nyaman dipakai serta fleksibel untuk berbagai suasana.
“Yang pertama adalah harus cocok dulu sama warnanya,” ujar Ratih saat ditemui usai acara LazTalks di Jakarta Selatan, dikutip dari Kompas.com.
Tips Memilih Baju Lebaran
1. Tentukan Warna yang Tepat
Ratih menjelaskan bahwa pemilihan warna menjadi salah satu aspek paling penting dalam menentukan busana Lebaran.
Warna yang sesuai dengan selera pribadi dapat meningkatkan rasa percaya diri saat dikenakan. Selain itu, pilihan warna yang pas juga membantu menciptakan tampilan yang harmonis, apalagi jika dipadukan dengan aksesori atau busana seragam keluarga.
Sebaliknya, jika terlalu terpaku pada tren tanpa mempertimbangkan kecocokan, pakaian tersebut berisiko jarang dipakai lagi setelah hari raya usai. Karena itu, jangan hanya mengikuti arus mode, tetapi pastikan warna yang dipilih tetap relevan untuk berbagai acara di luar Lebaran.
2. Cermati Material Pakaian
Tak hanya warna, jenis bahan juga menjadi pertimbangan penting. Ratih menyarankan agar memilih kain yang terasa nyaman di kulit, mengingat aktivitas saat Lebaran biasanya cukup padat, mulai dari bersilaturahmi hingga bepergian.
Ia menekankan pentingnya memilih bahan yang benar-benar disukai dan nyaman dipakai. Material yang ringan serta mudah menyerap keringat akan membantu menjaga kenyamanan, terutama ketika cuaca panas. Sebaliknya, kain yang terlalu tebal bisa membuat tubuh cepat merasa gerah jika dikenakan sepanjang hari.
3. Pilih Desain yang Fleksibel
Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan model pakaian yang serbaguna atau mudah dipadupadankan. Menurut Ratih, busana Lebaran idealnya tidak hanya digunakan untuk satu kesempatan, tetapi juga bisa dikenakan kembali untuk kegiatan lain seperti bekerja atau berkumpul santai.
Ia menyarankan agar memilih desain yang simpel namun tetap elegan sehingga mudah dikombinasikan dengan berbagai item fesyen lainnya. Dengan begitu, satu pakaian dapat menghadirkan beragam gaya tanpa harus terus membeli busana baru.
Dengan memilih model yang fleksibel, konsumen dapat berbelanja secara lebih bijak. Pakaian yang bisa dipakai berulang kali tentu lebih bermanfaat dibandingkan busana yang hanya digunakan sekali.
Selain lebih ekonomis, cara ini juga membantu menekan kebiasaan belanja berlebihan yang kerap meningkat saat momen Lebaran.
Pada akhirnya, memilih baju Lebaran bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan serta manfaatnya dalam jangka panjang. (*)
Artikel Asli




