Trump Klaim Iran Mau Akhiri Perang: Saya Bilang Terlambat, Kami Ingin Berperang

kumparan.com
21 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, Iran menghubungi Gedung Putih untuk membahas kemungkinan kesepakatan guna mengakhiri perang yang tengah berlangsung.

AS bersama Israel menyerang Iran dalam operasi Epic Fury. Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan orang tewas imbas serangan itu.

“Mereka menelepon, mereka bertanya, ‘Bagaimana kita bisa membuat kesepakatan?’” kata Trump di Gedung Putih dikutip dari CNN, Jumat (6/3).

Trump menuturkan, permintaan tersebut datang ketika militer AS dan sekutunya terus melancarkan operasi militer terhadap Iran.

“Saya bilang, kalian agak terlambat. Kami ingin berperang sekarang lebih dari mereka,” ujarnya.

Namun Trump tidak menjelaskan siapa dari pihak Iran yang melakukan kontak tersebut ataupun apakah sudah ada proses negosiasi atau tidak.

Intelijen Iran dikabarkan sempat mengirim pesan tidak langsung kepada AS mengenai kemungkinan membuka pembicaraan untuk mengakhiri perang. Meski begitu, pejabat AS mengatakan belum ada negosiasi resmi yang berjalan.

Israel Masuki Fase Baru Operasi Militer

Di tengah klaim tersebut, militer Israel menyatakan telah memasuki fase baru operasi militer terhadap Iran.

Kepala Staf Angkatan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir mengatakan, operasi militer yang dilakukan sejauh ini merupakan bagian dari kampanye besar.

Menurut Zamir, Israel telah melancarkan sekitar 2.500 serangan menggunakan lebih dari 6.000 senjata terhadap berbagai target militer Iran.

Ia mengeklaim serangan awal menghancurkan sekitar 80 persen sistem pertahanan udara Iran serta 60 persen peluncur rudal balistiknya.

“Kami sekarang beralih ke fase selanjutnya dari operasi,” kata Zamir.

Dalam fase tersebut, Israel berencana terus melemahkan kemampuan militer Iran.

Operasi Diperluas ke Lebanon

Zamir juga mengatakan, militer Israel akan memperluas operasi ke wilayah selatan Lebanon.

Ia telah memerintahkan pasukan Israel memperdalam garis kendali di sepanjang perbatasan dan membangun posisi strategis di wilayah tersebut.

Israel menegaskan, akan terus berupaya melucuti senjata kelompok Hezbollah.

Iran Tegaskan Siap Hadapi Invasi AS

Sementara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan, negaranya siap menghadapi kemungkinan invasi darat oleh Amerika Serikat.

“Kami yakin dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” kata Araghchi.

Ia menyebut, Iran telah mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan eskalasi konflik.

“Ketika saya mengatakan kami menunggu mereka, itu bukan berarti kami menginginkan kelanjutan perang. Tetapi kami siap menghadapi skenario apa pun,” ujarnya.

Araghchi menegaskan, Iran tidak meminta gencatan senjata maupun negosiasi dengan AS.

Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan negosiasi sering diikuti serangan militer terhadap Iran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China Mo Li, Kisah Pernikahan Politik Bai Lu dan Ryan Cheng yang Berujung Balas Dendam dan Perebutan Tahta
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Komdigi Nonaktif Akun YouTube, TikTok hingga Roblox Milik Anak di Bawah 16 Tahun
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ahmad Vahidi Pimpin IRGC di Tengah Perang
• 16 jam lalutvrinews.com
thumb
Strategi Iran Bangun Drone Tempur Meski Dikepung Sanksi Barat Sejak 1980-an
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
BBP Tancap Gas, Teken Kontrak Berbagai Pihak
• 15 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.