Harga Emas Dunia Turun Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS

idxchannel.com
17 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia berbalik melemah pada Kamis (5/3/2026), menghapus kenaikan sebelumnya seiring naiknya imbal hasil (yield) obligasi AS.

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Yield Obligasi dan Dolar AS. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga emas dunia berbalik melemah pada Kamis (5/3/2026), menghapus kenaikan sebelumnya seiring naiknya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dan menguatnya dolar.

Sementara kekhawatiran meningkat bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah dapat mendorong inflasi.

Baca Juga:
Investor Djoni Terungkap Pegang 11 Saham, ANDI, ELTY, hingga VIVA

Emas spot turun 1,16 persen menjadi USD5.081,38 per troy ons, setelah sempat naik hingga USD5.194,59 pada sesi sebelumnya.

“Kenaikan harga minyak dan potensi inflasi menjadi perhatian pasar, sementara imbal hasil Treasury yang lebih tinggi biasanya tidak baik bagi emas,” kata Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, dikutip Reuters.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Melemah, Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi

Serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran memasuki hari keenam pada Kamis.

Warga melaporkan bombardir yang semakin intensif, sementara Teheran berjanji akan membalas setelah serangan AS terhadap sebuah kapal yang berada jauh dari zona konflik utama.

Baca Juga:
Dirut Elnusa Buka Suara soal Harga Saham ELSA Naik 134 Persen per 3 Maret 2026

Eskalasi ini menjaga kekhawatiran terhadap pasokan energi tetap tinggi, menopang harga minyak, memicu kekhawatiran inflasi, serta meredupkan prospek penurunan suku bunga.

Emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi jangka panjang, tetapi cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga menurun.

Logam mulia tersebut, yang mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) USD5.594,82 pada 29 Januari, sempat melampaui USD5.400 pada Senin lalu setelah dimulainya kampanye udara AS-Israel mendorong permintaan aset safe haven.

Namun kemudian harganya melemah karena dolar juga menarik arus dana yang mencari perlindungan.

Indeks dolar AS naik 0,5 persen, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar negeri.

Pada saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam tiga pekan, sehingga meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Meski demikian, Melek menilai fundamental emas masih cukup kuat.

“Pada suatu titik kita akan mulai melihat bukti defisit AS yang jauh lebih besar serta tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi,” katanya.

Data AS pada Kamis menunjukkan klaim awal tunjangan pengangguran tidak berubah pada pekan lalu, sementara jumlah pemutusan hubungan kerja turun tajam pada Februari.

Bank Sentral AS menyatakan pada Rabu bahwa aktivitas ekonomi meningkat tipis, harga terus naik, dan tingkat ketenagakerjaan relatif stabil dalam beberapa pekan terakhir.

Pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada pertemuan kebijakan 18 Maret.

Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan AS untuk Februari yang akan dirilis Jumat guna mendapatkan petunjuk lebih lanjut.

Di pasar logam lainnya, perak spot turun 1,8 persen menjadi USD81,91 per ons.

Platinum melemah 1,1 persen ke USD2.125,10, sementara paladium merosot 2,4 persen menjadi USD1.634,15. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tumpahan Minyak Cemari Pantai Veracruz, Nelayan dan Warga Pesisir Terdampak
• 6 jam laludetik.com
thumb
All England: Menang Lawan Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin ke Perempat Final
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Trump Ingin Tentukan Pemimpin Tertinggi Iran, Tolak Anak Kedua Khamenei
• 8 menit lalukatadata.co.id
thumb
Ahli Kecantikan Bagikan Tip Menjaga Kulit dari Dehidrasi Saat Ibadah di Tanah Suci
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Anaknya Divonis Bebas, Tangis Ibunda Delpedro Pecah
• 3 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.