JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan rumah panggung setinggi tiga meter terlihat berjejer persis di bibir laut Blok Empang Kerang Hijau, RW 22, Muara Angke, Jakarta Utara.
Rumah panggung tersebut dibangun oleh Presiden Prabowo Subianto ketika masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI) di tahun 2024.
Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membangun 200 rumah panggung dan apung di RT 06 dan 07, RW 22, Muara Angke.
Dari 200 unit yang dibangun, 17 di antaranya adalah rumah apung dan sisanya adalah rumah panggung.
Kemudian, setelah Prabowo resmi menjadi Presiden, program pembangunan rumah panggung dilanjutkan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruar Sirait.
Maruar membangun 30 unit rumah panggung untuk warga yang belum kebagian kouta rumahnya direnovasi dari Kemenhan.
Kini total rumah mitigasi banjir rob yang berdiri Blok Empang Kerang Hijau Muara Angke sekitar 230 unit.
Baca juga: Puluhan Tahun Dilanda Rob, Rumah Panggung Jadi Oase Baru Warga Muara Angke
Dua tahun berjalan
Salah satu warga bernama Rokiyah (60), mengaku langsung menerima tawaran dari Kemenhan ketika rumahnya mau direnovasi menjadi rumah panggung.
"Ya pada mau, enggak nolak. Karena rumahnya udah pada mau roboh semua, daripada roboh, terus mereka nawarin seumpama rumahnya dirusakin nanti dibikinin rumah panggung mau enggak, ya, warga pada mau," tutur Rokiyah ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Rabu (4/3/2026).
Perempuan asal Indramayu, Jawa Barat, itu mengaku program rumah panggung merupakan jawaban dari doa-doanya selama ini yang ingin memiliki hunian layak setelah 40 tahun hidup berdampingan dengan banjir rob.
Puluhan tahun lamanya, kata Rokiyah, waktu beristirahatnya sering kali terganggu, karena banjir rob kerap datang di malam hari ketika ia dan keluarga sedang tertidur lelap.
"Orang keadaannya mau tidur juga pada susah, karena hampir setiap hari banjir rob, air kalau datang malam, siang abis kerja malam enggak bisa tidur, bisa tidur paling jam 1.00 WIB – 2.00 WIB kalau udah surut," ungkap Rokiyah.
Namun, kini ia tak lagi was-was setiap malam hari, karena tetap bisa tidur nyenyak, meski banjir rob datang di lingkungan tempat tinggalnya.
Baca juga: Kisah Warga Muara Angke: 40 Tahun Bertahan di Garis Bencana Banjir Rob Imbas Tekanan Ekonomi
Kondisi rumah panggung
KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Rumah panggung yang melindungi warga Muara Angke, Jakarta Utara, dari banjir rob. Rabu, (4/3/2026).